Conclave
**Saya mengetik ulasan ini sebagai orang non-katolik dan awam dengan dunia gereja, sehingga saya murni hanya bahas filmnya ya..
**
Saya nonton ini bertepatan ketika film ini tersiar di platform streaming Prime, yang bangkenya ini setelah Sri Paus Fransiskus mangkat dan sebelum konklaf yang asli dimulai, emang gila ini kapitalis streaming. Jujur, saya kira film ini bakal boring karena jelas ini film drama dan sebagian besar film ini berlatar tempat di Sistine Chapel. Ternyata, ini film sukses ngebuat penontonnya tegang dalam menonton film ini, pembawaan musik disini menguatkan emosi didalam scene-scene, ditambah intrik-intrik politik dan pembenturan ideologi yang secara jelas dilihatkan, dimainkan sangat baik oleh film ini.
Saya yang awalnya lega, karena konklaf berakhir di film ini, tidak diberikan waktu untuk bernapas karena film ini menarik kita lagi menuju plot twist utamanya, yang jujur.. wow. Anyway, beside from ceritanya, film ini sangat indah dilihat dari sinematografinya dan scoring musicnya, yang emang top markotops bagi saya.