

konflik main character dan pasangannya ga diberi resolusi yang jelas padahal karakter perempuannya udah menonjol diawal.. kasian deh andin udah nemenin dari jaman pengangguran eh malah ditinggal dan doi ujungnya berakhir sama ‘sahabat’ perempuannya haha. too cliche, isn’t it? dan plot meninggalnya karakter tante yuli nih poinnya apa? dibilang buat character development juga kaga dah. mungkin biar penonton bersimpati and ngubah pandangan terhadap tante-tante julid ituh? sorry bro ga ngaruh ye (imo),, kalo mulut lu jahat yaudah jahat. kesempatan ketemu jarang, sekali ngomong nyakitin dan melekat berkepanjangan. mungkin kalo karakter tante yuli dibikin menyesal dan minta maaf diakhir bakal lebih baik (though, the chances are low irl). untuk yang lainnya kurang lebih udah oke sih; dalam membahas ketimpangan sosial ekonomi di lingkup keluarga besar dan pengaruhnya pada dinamika kekerabatan, struggle pejuang loker yang mulai semuanya dari nol. sebuah film yang menyoroti kepahitan hidup diselingi dengan komedi yang relevan.. nice

amanda rawles cantik banget cok
