
> I've learnt that the worst cages are the ones we create for ourselves. > You have created a cage for yourself, Gracie. > Your cage has never been locked but your fears have kept you trapped. You see the time i watched this was like the bad days of my life, or more like my whole life. Eveything felt so Crushed, i feel small. I feel.. Nothing. It's weird feeling actually, it's.. Scary. I don't know, maybe i'd see me as grace. In a way, but it really very bold about the.. You know, religion trauma or hide behind God names. It make uncomfortable but it is what it is. > Life's a beautiful tapestry that needs to be experienced. > Life dan only be understood backwards, but we have to live it forwardsI like pinky, we need a friend like pinky. Or be pinky. Either way.

Setelah di tonton lagi, ini tetap terbaik. Lagi dan lagi. Jika menginginkan hal yang kompleks agaknya salah untuk berharap lebih. Karna disini, sudah menyajikannya kompleks. Kompleks dalam artian, Na Willa sendiri bingung, kenapa ya namanya ditertawakan? Padahal namanya bagus. Dan kenapa ya bu guru Tini selalu memarahinya, bukannya kata mak semua bu guru baik? Masalah anak kecil belum tentu sebesar dewasa tapi masalah anak kecil tetap penting. Karna film ini kita lupa bahwa ini adalah kacamata dari Na Willa, Na Willa yang masih memikirkan lebih seru bermain, mau ini mau itu. Pertanyaan-pertanyaan na Willa itu sungguh ada.> "Jujur apa mak?"Pertanyaan anak-anak masih diselingi oleh imajinasi, oleh keinginan, oleh entahlah mungkin apa yang dibawa dari rumah. Kenapa harus ada ulat kalo bikin tanaman bolong-bolong. Kenapa harus ada kecoa ya kalo bikin takut orang. Seribu satu pertanyaan anak kecil belum tentu bisa disandingkan oleh semua data ataupun pernyataan logis lainnya, karna belum tentu juga mereka mengerti apa yang kita bicarakan. Mereka tahu kalau kita benar, orang dewasa kan? Na Willa sukses memberikan kesan manis dan segar dari kacamata anak kecil, dan juga sukses membawa sifat mak yang tegas tetapi melindungi. Peluk hangat, semuanya. Dan pembuatan film Na Willa menjadi selimut lembut untuk tahun ini bagiku.

Indah, indah dan INDAH! Ayo ayo kita tepuk tangan, semuanya bermain dengan warna. Ada farida yang tidak bisa ngomong R, ada Bud yang ingusan terus dan ada Dul yang selalu hebat dan berani. Cantik, jelita dan indah. Ayo selalu bernyanyi dan menari bersama-sama, mari punya pikiran selucu Willa tentang kawin, sekolah dan hidup. Na willa tidak berbohong! Karna kata mak jika berbohong akan sakit, seperti sepatu penuh dengan Kelereng. Maka willa berbicara benar, tentang dia yang bisa menulis, yang mengerti apa yang di maksud mak. Dari Na willa, pribadiku benar dibawa manis oleh cerita yang penuh bunga dan rasa manis ataupun krenyuss dari minuman oranye itu. Akan ku putar film ini berulang kali terus-menerus, semanis gula-gula. Selucu ayam kuning kecil sekali. Na willa kita menjadi anak-anak lagi, Terimakasih yaa!

Maybe it's vulnerable, maybe because Alexander were charming. But have you thought it is scary to feel that something you allowed to feel. But bad in world's eyes.> *"I'm not into boys"*Elias try so hard to change, to not thinking about Alexander, about that kiss. But.. the fear of loving someone, loving someone who we knew we will saw it different. So the time when Elias try very hard to tell her mother the truth, nervous breath, each truth came out with building up tears. Because Elias is scared. Because why loving someone it's like this.> "I just want to be with you"*"We love you so much" *but after all it's take a whole accepted to make a safe place.