


Menggunakan kembali formula yang sama dengan film pertamanya yaitu 4 karakter yang memiliki permasalahannya masing² dihadapkan dengan permasalahan bersama. Tetapi secara keseluruhan film pertama lebih baik dibandingkan film kedua, mulai dari jokes hingga penulisan cerita juga lebih rapi film pertama. Film pertama walaupun memiliki drama antar karakternya tetapi filmnya memposisikan diri dengan jelas melalui penulisan karakter bahwa filmnya akan dipenuhi dengan humor ketimbang drama yang hanya berfungsi sebagai pengantar cerita yang menjahit benang merah tujuan ceritanya. Sementara di film kedua sebenarnya sama formulanya, tetapi mereka terlalu memaksakan untuk memposisikan filmnya sebagai film komedi yang memiliki drama sedih. Kenapa kubilang memaksakan? Karena penulisan ceritanya sangat malas dan tidak sepadan dengan premis yang coba ditawarkan, yang mana seharusnya ini bisa jadi film Thriller, Comedy, tiba-tiba belok haluan menjadi Drama, Comedy. Sebenarnya bukan masalah genre, tetapi bagaimana mereka membangun intensitas cerita memang sudah malas dari awal. Kita tidak diberikan gambaran kejadian pembunuhannya di awal sebagai petunjuk pertama untuk penonton. Kemudian investigasi yang dilakukan juga dibuat seolah-olah mereka bakal menyelidiki banyak tersangka tapi ujung-ujungnya karakter² lain dieleminasi dari daftar dengan sangat cepat sampai hanya menyisakan satu orang tersangka, yang mana jalan untuk menuju ke sana juga eksekusinya sangat tidak rapi. Petunjuknya terlalu basic untuk film tentang penyelidikan, dan pada akhirnya pengungkapan tersangkanya juga tidak berkesan karena tidak ada konteks yang dibangun secara tertsruktur untuk mengantar kita kesitu. Dari awal tidak jelas kronologinya, barang bukti awalnya juga tidak ada, pendalaman karakter terhadap setiap tersangka juga dangkal banget, tiba-tiba di tengah cerita ada footage CCTV yang bahkan gak bisa kita lihat dengan jelas, cuman boris aja yg bisa liat jelas dari HPnya, petunjuk mereka cuman pembunuhnya kidal. Mereka bisa aja bikin ini kayak ala² film Knives Out gitu penyelidikannya terstruktur dan fakta terungkap satu persatu seiring berjalannya cerita. Tapi boro-boro ngungkapin fakta satu persatu, lah orang faktanya cuman ada satu, wkwk. Petunjuknya cuman kidal doang. Scoringnya juga berlebihan. Kadang justru keheningan itu lebih membangun ketegangan dibandingkan musik tegang yang terlalu overused di setiap adegan, yang ada cuman nambah berisik aja wkwk. Kesimpulannya, Agak Laen 2 secara keseluruhan tidak lebih baik dibandingkan yang pertama, humornya tipis-tipis masih lumayan kena tetapi kurang gerr dibandingkan yg pertama, ceritanyaaa ... Nguwawur cik, wkwk.


Rewatched it for the 4th times, at this point this film is feels like home.