Look Back
Gonna be my anime of the year
Makasih untuk satu jamnya, semua yang ada di balik anime ini. Apik banget menerjemahkan dunia Look Back.
Dibanding fafifu soal teknis anime ini dari komposisi atau visualnya. Sebenarnya gw lebih seneng bahasnya secara personal. Karena sebagaimana di dunia sastra gw sangat mengagumi Afrizal Malna dan Franz Kafka, dalam dunia anime dan manga gw sangat mengagumi Tatsuki Fujimoto.
Secara cerita, dibanding memberikan absurditas nan chaotic yang ada di Chainsaw Man apalagi pendahulunya. Fujimoto beralih ke medium cerita yang jauh lebih membumi dengan sentuhannya yang personal. Ini adalah bentuk komunikasi beliau tentang dunia mangaka yang dia cinta. Dan itu yang bikin gw suka banget ma Fujimoto di tengah gempuran industrialisasi anime yang masif banget.
Anime ini juga gak segan menambahkan sisi kreativitasnya dalam mengeksekusi bagian-bagian tertentu dari manganya. Kayak gimana manga ciptaan si Fujino tiba-tiba dijadiin animasinya tersendiri di awal anime ini.
Metafora-metafora anime ini cukup asik. Gw suka di bagian terakhir pas Fujino nempelin manga 4 panel kosong di jendela dan lanjut gambar. Kayak semacam call back tentang alasan sebenarnya dia menggambar itu apa. Kayak mendekonstruksi ulang semua makna yang hancur setelah konflik di anime ini. Sederhana banget dan dengan ending songnya udah jadi perpaduan yang mahsyur.