

i MIGHT seem like an elitist for watching ts TP AKU BENERAN NONTON INI KRN GENUINE PENASARAN ini kayanya first time aku liat film pendek dalam format pertunjukan Noh, dan ini beneran sedikit membuka pikiranku ke betapa bervariasi dan imajinatifnya sebuah karya sinematik ini entah memang trying to be creative apa emang jaman dulu pada make style beginian semua, tapi ini COCOK banget buat bawain ceritanya

at first i was like “what the fuck?” but then it all went downhill, but its still ok ig for the overall plot, i’d give it an 8. cukup berani dan ambisius buat joko anwar membuat film yang mirip style film film david lynch di tahun 2009 disaat film horor indonesia mengalami tren film porno pocong kuntilanak the acting and SOME part of the writing feels mediocre and…cringe, but the directing and plot still managed to cover those up “pintu apa?” “pintu terlarang” this dialogue is honestly so corny, it kinda gives that fantastic four ending title drop

ain’t this just attack on titan?

baru aja namatin ini di titik dimana diriku paling membutuhkan “lil’ slugger”-ku sendiri. film ini gajelas, aneh, dan batasan antara ilusi dan realita bener bener kabur. and im not saying its a bad thing, karena ya at the end of the day ini memang anime psikologis *avant garde* yang ditulis dengan tujuan ini dari sejauh pengamatan dan kemampuan kognitifku, aku menangkap ide bahwa konsep lil’ slugger/shonen bat di film ini adalah simbolisasi dari *escapism. *korban korban dari lil’ slugger merasa diri mereka terbebaskan dari belenggu apapun yang selama ini sudah menahan pundak mereka seolah olah pukulan bat bisbol dari sosok ini adalah wujud “jawaban surgawi” dari masalah mereka. and thats the reason why i wrote the first sentence in the first place. membahas diluar dari pembahasan lil’ slugger, tema lain seperti cycle of abuse, trauma, korupsi, dan titik terkotor pikiran seorang manusia juga digambarkan dengan bagus banget. tema yang dibawakan cukup dalam dan koheren dengan kehidupan dan hiruk pikuk kesibukan. dan secara keseluruhan film ini cukup bisa dinikmati secara kasual sih, meskipun aku juga tau kalo tema tema begini jarang masuk di kalangan umum, apalagi dengan alur yang lumayan bertele tele dan seolah olah selalu berputar di pusaran yang sama, enggan untuk mencari jalan keluarnya seolah olah ingin menikmati indahnya kasus lil’ slugger ini tanpa perlu diselesaikan dengan eksplisit