Andragogypica cetta9.0· May 19, 2024FollowThis is WREGAS BHANUTEJA!Cinematographynya gilaa!! It tickles my brain in a good way. The way this movie have an imaginary line, the color grading, the highlights, and little details diperhatikan dengan sangat baik! Salah satu bukti detail-detail terkecil diperhatikan dengan baik juga terlihat dari skripnya yang mostly berbahasa Jawa dan para cast sangat SUKSES membawakan skrip berbahasa Jawa tersebut. Jujur sebagai orang yang lahir dan besar di Jawa, sukanya geli sendiri kalau denger film yang maksa banget pake bahasa Jawa dan punya aksen yang medok. This movie? They didn't even try to make it SUPER NATURAL, rasanya kita juga diajak bercengkrama dengan beberapa slang Jawa yang memang relevan di kehidupan sehari-hari, khususnya saya yang orang Jogja asli. Beberapa scene favorit saya: 1. Tita di Gaung Tinta. Scene ini beneran bikin amaze. Waktu semua orang menyodorkan ponselnya ke arah Tita dan dia terpojokkan. Gila sih, ikut merasakan ada di posisi Tita.2. Alumni nyanyi Hymne Guru. Emang lagu Hymne Guru itu semenyedihkan itu ya, di tambah posisi seorang Bu Prani yang hopeless pada saat itu, bikin terharu. 3. Bu Prani mendatangi rumah Uli. Di mana Uli tiba-tiba menyodorkan ponselnya ke arah Bu Prani. Di situ saya juga larut dalam perasaan kecewa. It's crazy how she turns against Bu Prani.4. Bu Prani mendengarkan audio “Bodoh, Goblok, Tolol, Pethuk, Ubur-Ubur”. Salah satu scene yang NGENA BANGET! Kita disuguhi Bu Prani dan kekecewaannya yang mendalam terhadap dirinya sendiri. Shot nya juga bagus banget! Once again, shoutout untuk cinematographynya! What a movie! It's really worth the hype.CommentsSign in to react and join the conversation.Sign inGet the app