Close-Up
Close-Up (1990)
Kalo udah selesai nonton film yang bagus dan menyentuh, aku malah cenderung sulit untuk ngereviewnya, kaya film ini. Film ini apik sekali apalagi bagian endingnya yang bisa menyentuh. Kiarostami di sini ngebuat film ini seperti mengaburkan batas antara realita dan rekayasa, scene yang kita kira paling nyata, malah ternyata direkayasa oleh Kiarostami, yaitu pas sidang.
Sabzian ditunjukkan dengan close-up selama dia berbicara tentang alasan dibalik semua tindakannya. Kita dibuat bener-bener jadi bersimpati ke Sabdzian, motif perbuatannya pun mungkin bisa kita maklumi dan pahami, apalagi dengan fakta bahwa dia nggak berniat buat ngelakuin ‘penipuannya’ secara sengaja. Dia cuman ingin hidup dihormati, dianggap sebagai manusia, dan hidup dengan cukup. Sama dengan setiap manusia, kita pengen dianggap, kita pengen orang-orang tau kalo kita ini ada, we’re exist. Aku rasa dia juga ngelakuin pembuktian diri dengan begini, tapi emang Sabzian itu cerdas kalo kita dengar dari cara bicaranya dan apa yang dia bicarakan. Dia juga punya penjelasan dan rasa kekaguman yang mendalam terhadap seni dan sinema yang buat aku terkesima saat denger sudut pandangnya.
#trial film#asia#iranian#beautiful cinematography#place settings: middle-east#abbas kiarostami#documentary#art