

A perfectly fucking executed heist!

**"Kalau ngga ada laki² di dunia ini, siapa yang melindungi perempuan?" ** Pfftt... ***Woman of the Hour (2023) ***justru memperlihatkan bahwa kehadiran laki² sama sekali bukan jaminan perlindungan, tapi malah sebaliknya. Film ini menjadi debut penyutradaraan bagi Anna Kendrick yang langsung menujukkan betapa lelahnya jadi perempuan di dunia yang sistemnya dibangun oleh dan untuk laki². ***Woman of the Hour (2023)***, mengangkat kisah nyata Rodney Alcala, seorang serial killer yang dengan santainya ikut acara dating show televisi di kala ia aktif membunuh perempuan. Rodney Alcala memang monster utamanya, tapi yang membuat film ini mengganggu justru fakta bahwa ia tidak bergerak sendirian - ia berjalan di antara orang² yang memilih tidak peduli. Semakin banyak laki² yang muncul, semakin kecil rasa aman yang dirasakan para perempuan di dalam cerita. Penonton diajak menyaksikan bagaimana ego, ketidaktahuan, dan sikap abai para pria di film ini justru menjadi karpet merah bagi seorang pembunuh berantai untuk terus melenggang bebas mencari korban berikutnya. Sarkasme puncaknya tentunya disorot lewat bobroknya aparat penegak hukum yang seharusnya jadi benteng namun malah terasa seperti dekorasi birokratis: ada, tapi ngga menyelesaikan apa². Laporan diabaikan, saksi tidak dipercaya, dan pelaku melenggang bebas bukan karena pintar, tapi karena korbannya "cuma perempuan", alias ngga penting untuk diurus. ***Woman of the Hour (2023)***,** **telah memotret bahwa bahaya terbesar bukan hanya dari seorang predator itu sendiri, melainkan juga dari lingkungan yang terus memberinya kesempatan kedua, ketiga, dan seterusnya. Men are trash.

