

Film Awi Suryadi yang terus mengedepankan aspek teknis ciamik dengan pergerakan camera dan audio yg menawan. Beberapa adegan seramnya bisa jadi tepat guna, tapi kerap bikin kita capek dengan terlalu banyaknya jumpscare. Beruntungnya film ini disokong Performa apik Anantya Kirana beserta Andri Mashadi yang menawan dalam memperlihatkan relasi kuasa beserta adegan emosional antar Bapak-Anak. Endingnya pun oke, tapi sayang revealingnya kurang mempertegas film ini arahnya mau dibawa kemana. It could be better tbh.

Hadir dalam bentuk film Spider-Man yang kita rindukan, memperhatikan drama humanisnya begitu dalam sehingga tidak mau ambil pusing terlibat dalam gimmick dan kepatuhan sinematik utuh milih Marvel. Momen melankolis sekaligus sentimentalnya pun mampu membuatku nangis, ditambah pula dengan beberapa adegan momentum yg penuh spectacle disokong dengan begitu sinematiknya olah koreografi aksi yang indah dan sinematografi yang menawan. Salah satu film Spidey terbaik 🙌

Film meta dengan banyak komedi subtil dan emang harus ditonton dalam satu rangkaian panjang bersama dua film pendek sebelumnya mas Ivan Makhsara. Memperlihatkan perjalanan membuat film dalam sebuah reflektif satu karakter yg begitu penuh lika-liku dan luka atas batin yg belum selesai dari masa lalunya.

Unhappy Together bisa jadi film yang begitu getir jika kita bisa memahami konflik batin yang terus dirasakan karakter Prianya. Revaldo selaku pria yang penuh luka benar2 mampu memainkan rangenya emosinya begitu dalam. Laras Sardi sebagai pemantik dialognya beneran sangat anggun. Selesai film berasa sesak tapi lega, karena pada akhirnya tidak semua yang bikin nyaman bisa Happy Together.