Cure
Film ini punya banyak detail dan buat remaja jompo kayak gua ya emang harus ditonton berulang-ulang. Entah Mamiya beneran misionaris apa nggak, tapi karakter dia nyeremin asli. Dia nganggap tindakannya sebagai “penyembuhan” dari penderitaan hidup—dengan ngelepasin ikatan moral dan aturan sosial dari diri seseorang.
Imo, kekerasan dan sifat destruktif emang selalu ada di dalam diri manusia, dan aturan moral hanyalah lapisan tipis yang bisa runtuh kalau ketemu sugesti yang tepat. Film ini bikin gua mempertanyakan seberapa tipis batas antara orang “normal” dan orang yang mampu melakukan hal-hal mengerikan. Dan ending-nya makin bikin merinding, karena yang ditinggalin Mamiya bukan cuma korban, tapi juga sebuah ide. Rasanya siklus itu nggak pernah benar-benar berhenti.