Happyend
Happyend bukan tipikal film coming of age conventional, film ini membahas lebih dari sekedar masa remaja dan proses pendewasaan, yaitu bagaimana sistem dan lingkungan tempat mereka bertumbuh dapat mempengaruhi masa depan mereka dalam jangka panjang.
"It's wrong to follow a society that's wrong"
Ketika sistem dan peraturan dimanfaatkan untuk melancarkan tindakan diskriminasi, kebijakan yang seharusnya memberikan solusi justru menambah masalah dan mempersulit masyarakat itu sendiri, masyarakat patuh bukan karena disiplin tetapi karena takut.
Inilah yang terjadi pada dystopian di film ini, dimana Jepang di masa depan mengalami tingkat diskriminasi yang semakin tinggi terhadap imigran dan alarm gempa sering digunakan untuk membubarkan massa yang protes dan menjadi pembenaran untuk aparat melakukan tindak kekerasan.
Masih di negara yang sama, hal ini kemudian dikemas dalam ruang lingkup yang lebih kecil yaitu sekolah, dimana terdapat sebuah kebijakan yang melanggar privasi para murid yang sekarang diawasi pergerakannnya dengan kamera dan dapat dikenakan sanksi ketika terekam melakukan pelanggaran. Masalahnya kebijakan ini tidak terprogram dengan baik dan apapun yg dilakukan pada murid dapat dianggap melanggar, jika program membacanya sebagai sebuah pelanggaran.
Diskriminasi imigran dari pemerintah juga masuk ke dalam lingkungan sekolah, para murid Jepang asli bahkan sampai didoktrin bahwa murid imigran menjadi penghalang dan ketidakefisienan bagi mereka.
Hal ini menunjukkan bagaimana pendidikan merupakan unsur paling penting dalam sebuah masyarakat, karena jika pendidikan hanya dibuat untuk membuat anak² patuh dan disiplin dan mendengarkan setiap ucapan siapapun yang mengajar, maka pendidikan tersebut hanya akan menghasilkan anak yang patuh bukan anak yang kritis.
Karena yang menolak keberadaan kamera pengawas pada film ini adalah mayoritas murid imigran yang tidak dikenakan doktrin karena bukan keturunan Jepang murni, bahkan mereka bermalam di ruang kepsek untuk menuntut perubahan.
Everything is political, kehidupan kita memang merupakan bagian dari keputusan politik yang tidak bisa terelakan, jadi ketika kita terlalu nyaman di tengah situasi yang berantakan, artinya belum kita korbannya, dan pilihannya ingin merubah atau menunggu jadi korban?
Terdengar mencekam dan serem yaa? Wkwk, tetapi film ini mengemas semua konflik tadi dengan narasi yang sangat santai dan pelan, tidak terlalu meledak-ledak tetapi membawa pesan yang kuat.
Filmnya memberikan keseimbangan antara kehidupan remaja yang ekspresif dan eksploratif dengan latar cerita yang memiliki suasana suram dan sunyi di tengah negara yang mengalami gesekan antar masyarakat dan pemerintah.
Pada saat yang bersamaan film ini memberikan gambaran sebuah harapan di tengah sistem yang bermasalah.