

2024·Drama·2h 23m
6.9
★











A young woman reunites with her mother and sister after returning home after father's funeral. But the trauma of a brutal attack lingers in her mind.
Directed by Jeremias Nyangoen
trauma
sexual harassment
family
traumatic accident
sexual exploitation
traumatized woman
dark
provocative

Trailer

IMDB
N/A
Cast

Irma Novita Rihi
Martha

Sallum Ratu Ke
Bertha

Norman R. Akyuwen
Abe
Crew

Jeremias Nyangoen
Director

Jeremias Nyangoen
Writer

Iqbal Marjono
Art Direction

Iqbal Marjono
Production Design

John Badalu
Production Consultant
Popular Reviews
39 reviews
neomi
7.0★ · 06/18/26

klo ada kesempatan akan ak basoka satu persatu lelaki sengklek di film ini
klo ada kesempatan akan ak basoka satu persatu lelaki sengklek di film ini
louise
8.0★ · 05/13/26

JAHAD!!!!!!!!!!
JAHAD!!!!!!!!!!
Mnemocine
9.0★ · 04/14/26

Fuck men.Di awal film ditunjukkan kalau Orpa kehilangan suaminya, seorang pelindung telah gugur, Orpa menerima tekanan batin dari berbagai sisi. Dan harus berjuang sendirian merawat anaknya Martha yang pulang dari Malaysia menjadi korban kekerasan seksual.
Tidak ada scene flashback, tidak ada narasi voice over, tapi tanpa itu filmnya masih dengan jelas menjawab keadaan yang dialami Martha sebelumnya.Martha dirawat penuh kasih oleh ibu dan adiknya, Bertha perlu menanggung beban yang tidak seharusnya ditanggung oleh anak seumurannya.
Bertha masih muda, punya impian, dan itu semua dihancurkan oleh laki-laki biadab.
Pada akhirnya semua karakter utama perempuan di film ini tidak berakhir bernasib baik.
Ini bukan film feminisme. Banyak yang bingung kenapa film ini tidak menunjukkan perlawanan dari korban yang begitu signifikan, tentu saja, ini film dari pov laki-laki, yang menjadikan kelamin sebagai senjata😂
Walau tidak menggambarkan women empowering secara eksplisit, namun menjadi pesan tersirat, se tidak berdaya apa perempuan di pulau Rote, pulau yang indahnya macam percikan dari surga, yang di sisi lain banyak sekali perempuan yang tinggal di sana yang sengsara. Film jni membicarakan ketimpagan hukum yang memandang seksualitas, hukum adat, dan pemikiran orang-orang dahulu.
Tidak ada momen kehangatan yang begitu menyentuh sampai membuat meneskan air mata, mau di scene paling sedih sekalipun. Malahan, scene yang buat menangis dari seluruh ketegangan film ini yang didukung long-take yang sangat banyak, yaitu saat sekumpulan Mama-mama menyuarakan hak perempuan ke kantor polisi. Menunjukkan betapa kurangnya diperhatikan kasus dan korban pelecehan/kekerasan seksual.
Fuck men.Di awal film ditunjukkan kalau Orpa kehilangan suaminya, seorang pelindung telah gugur, Orpa menerima tekanan batin dari berbagai sisi. Dan harus berjuang sendirian merawat anaknya Martha yang pulang dari Malaysia menjadi korban kekerasan seksual.
Tidak ada scene flashback, tidak ada narasi voice over, tapi tanpa itu filmnya masih dengan jelas menjawab keadaan yang dialami Martha sebelumnya.Martha dirawat penuh kasih oleh ibu dan adiknya, Bertha perlu menanggung beban yang tidak seharusnya ditanggung oleh anak seumurannya.
Bertha masih muda, punya impian, dan itu semua dihancurkan oleh laki-laki biadab.
Pada akhirnya semua karakter utama perempuan di film ini tidak berakhir bernasib baik.
Ini bukan film feminisme. Banyak yang bingung kenapa film ini tidak menunjukkan perlawanan dari korban yang begitu signifikan, tentu saja, ini film dari pov laki-laki, yang menjadikan kelamin sebagai senjata😂
Walau tidak menggambarkan women empowering secara eksplisit, namun menjadi pesan tersirat, se tidak berdaya apa perempuan di pulau Rote, pulau yang indahnya macam percikan dari surga, yang di sisi lain banyak sekali perempuan yang tinggal di sana yang sengsara. Film jni membicarakan ketimpagan hukum yang memandang seksualitas, hukum adat, dan pemikiran orang-orang dahulu.
Tidak ada momen kehangatan yang begitu menyentuh sampai membuat meneskan air mata, mau di scene paling sedih sekalipun. Malahan, scene yang buat menangis dari seluruh ketegangan film ini yang didukung long-take yang sangat banyak, yaitu saat sekumpulan Mama-mama menyuarakan hak perempuan ke kantor polisi. Menunjukkan betapa kurangnya diperhatikan kasus dan korban pelecehan/kekerasan seksual.
aintdiva
8.0★ · 11/10/25

smile comes up with parang scene
smile comes up with parang scene
Bebek Madura
5.0★ · 10/17/25

Gue sebel banget ngga ada karakter development, yang rape Martha pertama kali juga ngga dikasih tau siapa. Ah anjing apa ya kesel gue. Tapi kebantu sama pemandangan sih
Gue sebel banget ngga ada karakter development, yang rape Martha pertama kali juga ngga dikasih tau siapa. Ah anjing apa ya kesel gue. Tapi kebantu sama pemandangan sih