Women from Rote Island backdrop
Women from Rote Island logo
2024·Drama·2h 23m
6.9
A young woman reunites with her mother and sister after returning home after father's funeral. But the trauma of a brutal attack lingers in her mind.
Directed by Jeremias Nyangoen
trauma
sexual harassment
family
traumatic accident
sexual exploitation
traumatized woman
dark
provocative

Cast

Irma Novita Rihi
Irma Novita Rihi
Martha
Sallum Ratu Ke
Sallum Ratu Ke
Bertha
Norman R. Akyuwen
Norman R. Akyuwen
Abe

Crew

Jeremias Nyangoen
Jeremias Nyangoen
Director
Jeremias Nyangoen
Jeremias Nyangoen
Writer
Iqbal Marjono
Iqbal Marjono
Art Direction
Iqbal Marjono
Iqbal Marjono
Production Design
John Badalu
John Badalu
Production Consultant

Popular Reviews

39 reviews
neomi
neomi
Women from Rote Island
klo ada kesempatan akan ak basoka satu persatu lelaki sengklek di film ini
klo ada kesempatan akan ak basoka satu persatu lelaki sengklek di film ini
Favorite
Comment
louise
louise
Women from Rote Island
JAHAD!!!!!!!!!!
JAHAD!!!!!!!!!!
Favorite
Comment
Mnemocine
Mnemocine
Women from Rote Island
Fuck men.Di awal film ditunjukkan kalau Orpa kehilangan suaminya, seorang pelindung telah gugur, Orpa menerima tekanan batin dari berbagai sisi. Dan harus berjuang sendirian merawat anaknya Martha yang pulang dari Malaysia menjadi korban kekerasan seksual. 
Tidak ada scene flashback, tidak ada narasi voice over, tapi tanpa itu filmnya masih dengan jelas menjawab keadaan yang dialami Martha sebelumnya.
Martha dirawat penuh kasih oleh ibu dan adiknya, Bertha perlu menanggung beban yang tidak seharusnya ditanggung oleh anak seumurannya.
Bertha masih muda, punya impian, dan itu semua dihancurkan oleh laki-laki biadab.
Pada akhirnya semua karakter utama perempuan di film ini tidak berakhir bernasib baik.

Ini bukan film feminisme. Banyak yang bingung kenapa film ini tidak menunjukkan perlawanan dari korban yang begitu signifikan, tentu saja, ini film dari pov laki-laki, yang menjadikan kelamin sebagai senjata😂
Walau tidak menggambarkan women empowering secara eksplisit, namun menjadi pesan tersirat, se tidak berdaya apa perempuan di pulau Rote, pulau yang indahnya macam percikan dari surga, yang di sisi lain banyak sekali perempuan yang tinggal di sana yang sengsara. Film jni membicarakan ketimpagan hukum yang memandang seksualitas, hukum adat, dan pemikiran orang-orang dahulu.

Tidak ada momen kehangatan yang begitu menyentuh sampai membuat meneskan air mata, mau di scene paling sedih sekalipun. Malahan, scene yang buat menangis dari seluruh ketegangan film ini yang didukung long-take yang sangat banyak, yaitu saat sekumpulan Mama-mama menyuarakan hak perempuan ke kantor polisi. Menunjukkan betapa kurangnya diperhatikan kasus dan korban pelecehan/kekerasan seksual.
Fuck men.Di awal film ditunjukkan kalau Orpa kehilangan suaminya, seorang pelindung telah gugur, Orpa menerima tekanan batin dari berbagai sisi. Dan harus berjuang sendirian merawat anaknya Martha yang pulang dari Malaysia menjadi korban kekerasan seksual. 
Tidak ada scene flashback, tidak ada narasi voice over, tapi tanpa itu filmnya masih dengan jelas menjawab keadaan yang dialami Martha sebelumnya.
Martha dirawat penuh kasih oleh ibu dan adiknya, Bertha perlu menanggung beban yang tidak seharusnya ditanggung oleh anak seumurannya.
Bertha masih muda, punya impian, dan itu semua dihancurkan oleh laki-laki biadab.
Pada akhirnya semua karakter utama perempuan di film ini tidak berakhir bernasib baik.

Ini bukan film feminisme. Banyak yang bingung kenapa film ini tidak menunjukkan perlawanan dari korban yang begitu signifikan, tentu saja, ini film dari pov laki-laki, yang menjadikan kelamin sebagai senjata😂
Walau tidak menggambarkan women empowering secara eksplisit, namun menjadi pesan tersirat, se tidak berdaya apa perempuan di pulau Rote, pulau yang indahnya macam percikan dari surga, yang di sisi lain banyak sekali perempuan yang tinggal di sana yang sengsara. Film jni membicarakan ketimpagan hukum yang memandang seksualitas, hukum adat, dan pemikiran orang-orang dahulu.

Tidak ada momen kehangatan yang begitu menyentuh sampai membuat meneskan air mata, mau di scene paling sedih sekalipun. Malahan, scene yang buat menangis dari seluruh ketegangan film ini yang didukung long-take yang sangat banyak, yaitu saat sekumpulan Mama-mama menyuarakan hak perempuan ke kantor polisi. Menunjukkan betapa kurangnya diperhatikan kasus dan korban pelecehan/kekerasan seksual.
Favorite
Comment
aintdiva
aintdiva
Women from Rote Island
smile comes up with parang scene
smile comes up with parang scene
Favorite
Comment
Bebek Madura
Bebek Madura
Women from Rote Island
Gue sebel banget ngga ada karakter development, yang rape Martha pertama kali juga ngga dikasih tau siapa. Ah anjing apa ya kesel gue. Tapi kebantu sama pemandangan sih
Gue sebel banget ngga ada karakter development, yang rape Martha pertama kali juga ngga dikasih tau siapa. Ah anjing apa ya kesel gue. Tapi kebantu sama pemandangan sih
Favorite
Comment