The Myth adalah salah satu film Jackie Chan yang terasa sangat ambisius, mencoba menggabungkan aksi modern dengan elemen sejarah dan fantasi. Secara konsep, it’s actually pretty unique — Jackie berani keluar dari formula action-comedy khasnya dan mencoba sesuatu yang lebih besar, dengan kisah tentang reinkarnasi, cinta yang melintasi waktu, dan misteri arkeologi. Tapi sayangnya, secara teknis, film ini agak goyah di beberapa bagian. VFX-nya kadang terlihat aneh dan kurang halus, terutama di adegan-adegan besar yang melibatkan elemen fantasi atau perang masa lampau. Editing dan tone-nya juga terasa sedikit campur aduk, bikin beberapa transisi antar-setting kurang mulus.
Meski begitu, there’s something about The Myth that still works. Jackie Chan membawa karisma dan dedikasinya seperti biasa, dan ide di balik film ini terasa unik banget—ambisius, bahkan sedikit gila, tapi dalam cara yang menyenangkan. Beberapa adegan aksinya tetap memukau (obviously), dan momen-momen emosionalnya juga surprisingly touching. So yeah, meski ada technical hiccups di sana-sini, film ini tetap punya daya tarik tersendiri berkat visi dan keberanian Jackie untuk bereksperimen di luar zona nyamannya.
The Myth adalah salah satu film Jackie Chan yang terasa sangat ambisius, mencoba menggabungkan aksi modern dengan elemen sejarah dan fantasi. Secara konsep, it’s actually pretty unique — Jackie berani keluar dari formula action-comedy khasnya dan mencoba sesuatu yang lebih besar, dengan kisah tentang reinkarnasi, cinta yang melintasi waktu, dan misteri arkeologi. Tapi sayangnya, secara teknis, film ini agak goyah di beberapa bagian. VFX-nya kadang terlihat aneh dan kurang halus, terutama di adegan-adegan besar yang melibatkan elemen fantasi atau perang masa lampau. Editing dan tone-nya juga terasa sedikit campur aduk, bikin beberapa transisi antar-setting kurang mulus.
Meski begitu, there’s something about The Myth that still works. Jackie Chan membawa karisma dan dedikasinya seperti biasa, dan ide di balik film ini terasa unik banget—ambisius, bahkan sedikit gila, tapi dalam cara yang menyenangkan. Beberapa adegan aksinya tetap memukau (obviously), dan momen-momen emosionalnya juga surprisingly touching. So yeah, meski ada technical hiccups di sana-sini, film ini tetap punya daya tarik tersendiri berkat visi dan keberanian Jackie untuk bereksperimen di luar zona nyamannya.