Salam olahraga.
Crows Zero adalah tipikal film yang purely entertainment purpose dengan tetap sedikit mempertahankan unsur artistik dengan konsep dan tema Yankii-nya yang didramatisir untuk kebutuhan intensitas cerita.
Cukup enjoyable jika kalian menontonnya sebagai entertainment tanpa memikirkan hal² rumit dan cukup menyimak dan menikmati apapun yang terjadi di filmnya entah itu masuk akal ataupun tidak.
Itulah kenapa pada masanya film ini cukup banyak digemari oleh beberapa kalangan remaja bahkan teman² SD-ku dulu cukup ter-influence dengan film ini.
Karena memang filmnya memberikan asupan entertainment melalui actionnya yang cukup intens dan pacing yang lumayan cepat, sehingga kurasa menjadi tontonan yang tidak membosankan bagi mereka yang tidak menyukai film dengan banyak dialog.
Even bagaimana narasi mengantarkan Genji sampai menuju akhir cerita juga dibuat dengan cukup sederhana, Bak buk bak buk, join, bak buk bak buk, join, perang, wkwk.
Tapi untuk scoringnya jujur enak² dan berhasil menghidupkan adegannnya, satu hal yang bisa lebih baik adalah pengarahan adegan bertarung yang terlalu acak dan berakhir hanya sebatas pemenuh adegan yang tidak mengantarkan sang karakter yaitu si Genji ke tujuan utamanya Serizawa.
Seharusnya bisa dibuat narasi di tengah pertarungan tersebut bagaimana caranya Genji menembus dinding pasukannya Serizawa dan langsung menuju Serizawa, daripada dibuat semuanya tumbang gitu aja terus sisa mereka berdua, walaupun secara sinematografi dan dramatisirnya sudah bagus.
Salam olahraga.
Crows Zero adalah tipikal film yang purely entertainment purpose dengan tetap sedikit mempertahankan unsur artistik dengan konsep dan tema Yankii-nya yang didramatisir untuk kebutuhan intensitas cerita.
Cukup enjoyable jika kalian menontonnya sebagai entertainment tanpa memikirkan hal² rumit dan cukup menyimak dan menikmati apapun yang terjadi di filmnya entah itu masuk akal ataupun tidak.
Itulah kenapa pada masanya film ini cukup banyak digemari oleh beberapa kalangan remaja bahkan teman² SD-ku dulu cukup ter-influence dengan film ini.
Karena memang filmnya memberikan asupan entertainment melalui actionnya yang cukup intens dan pacing yang lumayan cepat, sehingga kurasa menjadi tontonan yang tidak membosankan bagi mereka yang tidak menyukai film dengan banyak dialog.
Even bagaimana narasi mengantarkan Genji sampai menuju akhir cerita juga dibuat dengan cukup sederhana, Bak buk bak buk, join, bak buk bak buk, join, perang, wkwk.
Tapi untuk scoringnya jujur enak² dan berhasil menghidupkan adegannnya, satu hal yang bisa lebih baik adalah pengarahan adegan bertarung yang terlalu acak dan berakhir hanya sebatas pemenuh adegan yang tidak mengantarkan sang karakter yaitu si Genji ke tujuan utamanya Serizawa.
Seharusnya bisa dibuat narasi di tengah pertarungan tersebut bagaimana caranya Genji menembus dinding pasukannya Serizawa dan langsung menuju Serizawa, daripada dibuat semuanya tumbang gitu aja terus sisa mereka berdua, walaupun secara sinematografi dan dramatisirnya sudah bagus.