Dos Monjes (1934)
mengangkat kisah dua biarawan, Javier dan Juan, yang dulunya sama-sama jatuh cinta sama Ana. Rasa cinta itu berubah jadi cemburu, dendam, dan penyesalan, sampai akhirnya kebawa terus bahkan setelah mereka masuk biara.
Secara visual, filmnya penuh nuansa ekspresionis bayangan gelap, setting gothic, shot yang dramatis. Hal menariknya, konflik ini diperlihatkan lewat dua versi cerita yang berbeda versi Javier dan versi Juan. Satu kejadian, dua sudut pandang, dua kebenaran.
*Formula yang biasanya dikenal orang sebagai “Rashomon effect”, tapi ternyata Dos Monjes udah ngelakuin ini 16 tahun sebelum Kurosawa bikin Rashomon*.
**
Dos Monjes (1934)
mengangkat kisah dua biarawan, Javier dan Juan, yang dulunya sama-sama jatuh cinta sama Ana. Rasa cinta itu berubah jadi cemburu, dendam, dan penyesalan, sampai akhirnya kebawa terus bahkan setelah mereka masuk biara.
Secara visual, filmnya penuh nuansa ekspresionis bayangan gelap, setting gothic, shot yang dramatis. Hal menariknya, konflik ini diperlihatkan lewat dua versi cerita yang berbeda versi Javier dan versi Juan. Satu kejadian, dua sudut pandang, dua kebenaran.
*Formula yang biasanya dikenal orang sebagai “Rashomon effect”, tapi ternyata Dos Monjes udah ngelakuin ini 16 tahun sebelum Kurosawa bikin Rashomon*.
**