This is literally All About Lily Chou-Chou but instead of a chat or notes from fictional web, this film used real tweet from a real teenager's twitter account named Mary Malony.
Filmnya menggunakan 410 tweet yang diselipkan di setiap moment cerita yang secara bersamaan menjadi pengantar narasi yang mewakili situasi, perasaan, dan pemikiran yang terlintas pada kepala Mary selama cerita berjalan.
Filmnya menerjemahkan tweet menjadi sebuah narasi dan adegan dengan cara yang absurd tetapi in a fun way dan secara bersamaan tetap berhasil memberikan pendalaman cerita yang emosional.
Bagaimana ketika suatu hari kita menyadari bahwa hidup tidak dapat diprediksi dan tidak akan berjalan seperti yang kita harapkan, suatu hari kau akan menyadari bahwa kehidupan sudah tidak lagi memberikan kenyamanan dan kebebasan.
Kau akan terpaksa mengikuti aturan atau pemikiran yang tidak sesuai dengan idealisme-mu, kau akan melakukan sesuatu dengan setengah kesadaran hanya karena perintah, lalu pada akhirnya kau semakin yakin bahwa semua yang kau lakukan tidak ada artinya lagi selain untuk bertahan.
Semakin kau lawan, semakin kau kalah dengan yang namanya waktu. Tiba-tiba besok sistemnya berubah melawan dirimu, tiba-tiba besok semua rencanamu tidak terjadi, tiba-tiba besok temanmu pergi, tiba-tiba besok orang yang kau cintai sudah berpaling.
Setiap waktu kau akan terus mengalami kehilangan sampai akhirnya kehilangan dirimu sendiri. Selamat jika kalian masih bisa meyakinkan diri bahwa kalian bahagia, karena banyak orang yang gagal dalam hal tersebut.
Selamat kepada Mary karena tetap bertahan dan meyakinkan dirinya bahwa "Mary is happy, Mary is happy".
Even tho she's not.
This is literally All About Lily Chou-Chou but instead of a chat or notes from fictional web, this film used real tweet from a real teenager's twitter account named Mary Malony.
Filmnya menggunakan 410 tweet yang diselipkan di setiap moment cerita yang secara bersamaan menjadi pengantar narasi yang mewakili situasi, perasaan, dan pemikiran yang terlintas pada kepala Mary selama cerita berjalan.
Filmnya menerjemahkan tweet menjadi sebuah narasi dan adegan dengan cara yang absurd tetapi in a fun way dan secara bersamaan tetap berhasil memberikan pendalaman cerita yang emosional.
Bagaimana ketika suatu hari kita menyadari bahwa hidup tidak dapat diprediksi dan tidak akan berjalan seperti yang kita harapkan, suatu hari kau akan menyadari bahwa kehidupan sudah tidak lagi memberikan kenyamanan dan kebebasan.
Kau akan terpaksa mengikuti aturan atau pemikiran yang tidak sesuai dengan idealisme-mu, kau akan melakukan sesuatu dengan setengah kesadaran hanya karena perintah, lalu pada akhirnya kau semakin yakin bahwa semua yang kau lakukan tidak ada artinya lagi selain untuk bertahan.
Semakin kau lawan, semakin kau kalah dengan yang namanya waktu. Tiba-tiba besok sistemnya berubah melawan dirimu, tiba-tiba besok semua rencanamu tidak terjadi, tiba-tiba besok temanmu pergi, tiba-tiba besok orang yang kau cintai sudah berpaling.
Setiap waktu kau akan terus mengalami kehilangan sampai akhirnya kehilangan dirimu sendiri. Selamat jika kalian masih bisa meyakinkan diri bahwa kalian bahagia, karena banyak orang yang gagal dalam hal tersebut.
Selamat kepada Mary karena tetap bertahan dan meyakinkan dirinya bahwa "Mary is happy, Mary is happy".
Even tho she's not.