Gie backdrop
Gie logo
2005·Drama·2h 20m
7.3
Indonesian activist Soe Hok Gie experiences a political awakening during the tumultuous regimes of Soeharto and Soekarno.
Directed by Riri Riza
based on novel or book
students' movement
biography
idealism
based on true story
indonesia
university
political activist
activist
1960s
social criticism
indonesian history
based on real person
biographical drama
political awakening

Cast

Nicholas Saputra
Nicholas Saputra
Soe Hok Gie
Sita Nursanti
Sita Nursanti
Ira
Wulan Guritno
Wulan Guritno
Sinta
Thomas Nawilis
Thomas Nawilis
Tan Tjin Han
Robby Tumewu
Robby Tumewu
Soe Lie Piet
Tutie Kirana
Tutie Kirana
Nio
Jonathan Mulia
Jonathan Mulia
Young Soe Hok Gie
Lukman Sardi
Lukman Sardi
Herman Lantang
Indra Birowo
Indra Birowo
Denny Mamoto
Surya Saputra
Surya Saputra
Aristides Katoppo
Donny Alamsyah
Donny Alamsyah
Jaka
Soultan Saladin
Soultan Saladin
Presiden Soekarno

Crew

Riri Riza
Riri Riza
Director
Riri Riza
Riri Riza
Writer
Sastha Sunu
Sastha Sunu
Editor
Yudi Datau
Yudi Datau
Director of Photography
Leo Sutanto
Leo Sutanto
Executive Producer
Mira Lesmana
Mira Lesmana
Producer
Satrio Budiono
Satrio Budiono
Sound Designer
Adityawan Susanto
Adityawan Susanto
Sound Designer
Thoersi Argeswara
Thoersi Argeswara
Music Director
Titien Wattimena
Titien Wattimena
Assistant Director
Edwin
Edwin
Assistant Director

Popular Reviews

107 reviews
sal
sal
Gie
Hingga hari ini, harapan Soe Hok Gie tentang pemerintahan Indonesia yang bersih dari korupsi dan kehidupan politik yang tidak berpihak pada golongan, ras, atau agama masih belum terwujud.
Hingga hari ini, harapan Soe Hok Gie tentang pemerintahan Indonesia yang bersih dari korupsi dan kehidupan politik yang tidak berpihak pada golongan, ras, atau agama masih belum terwujud.
Favorite
Comment
launiverse
launiverse
Gie
"lebih baik saya diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan."
"lebih baik saya diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan."
Favorite
Comment
terang bulan
terang bulan
Gie
puitis pisan
puitis pisan
Favorite
Comment
shreino
shreino
Gie
"lebih baik saya diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan."
"lebih baik saya diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan."
Favorite
Comment
Bleakyo
Bleakyo
Gie
FILM BIOGRAFI FAVORIT SIH!

Keberanian seorang pemuda yang memilih jalan sunyi demi menjaga kemurnian nuraninya di tengah hiruk-pikuk kekuasaan yang korup. Melalui catatan-catatan tajamnya dan langkah kakinya di puncak-puncak gunung, ia membuktikan bahwa integritas sejati bukan terletak pada seberapa lama seseorang hidup, melainkan pada seberapa setia ia pada kebenaran meski harus menanggung kesepian dan pengasingan.

​Gie bukan sekadar simbol perlawanan, tetapi pengingat abadi bagi setiap generasi bahwa menjadi manusia berarti berani untuk terus gelisah melihat ketidakadilan dan tetap merdeka dalam pikiran, bahkan ketika dunia di sekelilingnya memilih untuk tunduk pada kenyamanan yang semu. Menonton filmnya atau membaca catatan pribadinya bukan sekadar mempelajari sejarah politik, melainkan sebuah perjalanan spiritual untuk menemukan kembali jati diri yang sering kali tergerus oleh kompromi duniawi.

​Kedekatan rasa yang muncul, bahkan sebelum menelusuri seluruh karyanya, adalah bukti bahwa keresahan terhadap ketidakadilan dan pencarian makna hidup merupakan bahasa universal yang melampaui zaman. Gie tetap relevan bukan karena ia seorang pahlawan yang sempurna, melainkan karena ia adalah manusia yang memilih untuk tetap jujur pada kegelisahannya; mengingatkan kita bahwa di tengah kegelapan moral sekalipun, satu nyala lilin integritas sudah cukup untuk memberi arti pada eksistensi yang singkat ini.

Mantap👍
FILM BIOGRAFI FAVORIT SIH!

Keberanian seorang pemuda yang memilih jalan sunyi demi menjaga kemurnian nuraninya di tengah hiruk-pikuk kekuasaan yang korup. Melalui catatan-catatan tajamnya dan langkah kakinya di puncak-puncak gunung, ia membuktikan bahwa integritas sejati bukan terletak pada seberapa lama seseorang hidup, melainkan pada seberapa setia ia pada kebenaran meski harus menanggung kesepian dan pengasingan.

​Gie bukan sekadar simbol perlawanan, tetapi pengingat abadi bagi setiap generasi bahwa menjadi manusia berarti berani untuk terus gelisah melihat ketidakadilan dan tetap merdeka dalam pikiran, bahkan ketika dunia di sekelilingnya memilih untuk tunduk pada kenyamanan yang semu. Menonton filmnya atau membaca catatan pribadinya bukan sekadar mempelajari sejarah politik, melainkan sebuah perjalanan spiritual untuk menemukan kembali jati diri yang sering kali tergerus oleh kompromi duniawi.

​Kedekatan rasa yang muncul, bahkan sebelum menelusuri seluruh karyanya, adalah bukti bahwa keresahan terhadap ketidakadilan dan pencarian makna hidup merupakan bahasa universal yang melampaui zaman. Gie tetap relevan bukan karena ia seorang pahlawan yang sempurna, melainkan karena ia adalah manusia yang memilih untuk tetap jujur pada kegelisahannya; mengingatkan kita bahwa di tengah kegelapan moral sekalipun, satu nyala lilin integritas sudah cukup untuk memberi arti pada eksistensi yang singkat ini.

Mantap👍
Favorite
Comment
Gie (2005) | Flick