

2005·Drama·2h 20m
7.3
★

Indonesian activist Soe Hok Gie experiences a political awakening during the tumultuous regimes of Soeharto and Soekarno.
Directed by Riri Riza
based on novel or book
students' movement
biography
idealism
based on true story
indonesia
university
political activist
activist
1960s
social criticism
indonesian history
based on real person
biographical drama
political awakening

Trailer

IMDB
N/A
Cast

Nicholas Saputra
Soe Hok Gie

Sita Nursanti
Ira

Wulan Guritno
Sinta

Thomas Nawilis
Tan Tjin Han

Robby Tumewu
Soe Lie Piet

Tutie Kirana
Nio

Jonathan Mulia
Young Soe Hok Gie

Lukman Sardi
Herman Lantang

Indra Birowo
Denny Mamoto

Surya Saputra
Aristides Katoppo

Donny Alamsyah
Jaka

Soultan Saladin
Presiden Soekarno
Crew

Riri Riza
Director

Riri Riza
Writer

Sastha Sunu
Editor

Yudi Datau
Director of Photography

Leo Sutanto
Executive Producer

Mira Lesmana
Producer

Satrio Budiono
Sound Designer

Adityawan Susanto
Sound Designer

Thoersi Argeswara
Music Director

Titien Wattimena
Assistant Director

Edwin
Assistant Director
Popular Reviews
107 reviews
sal
8.0★ · 06/25/26

Hingga hari ini, harapan Soe Hok Gie tentang pemerintahan Indonesia yang bersih dari korupsi dan kehidupan politik yang tidak berpihak pada golongan, ras, atau agama masih belum terwujud.
Hingga hari ini, harapan Soe Hok Gie tentang pemerintahan Indonesia yang bersih dari korupsi dan kehidupan politik yang tidak berpihak pada golongan, ras, atau agama masih belum terwujud.
launiverse
8.0★ · 05/17/26

"lebih baik saya diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan."
"lebih baik saya diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan."
terang bulan
6.0★ · 03/28/26

puitis pisan
puitis pisan
shreino
7.0★ · 03/23/26

"lebih baik saya diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan."
"lebih baik saya diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan."
Bleakyo
8.0★ · 03/19/26

FILM BIOGRAFI FAVORIT SIH!
Keberanian seorang pemuda yang memilih jalan sunyi demi menjaga kemurnian nuraninya di tengah hiruk-pikuk kekuasaan yang korup. Melalui catatan-catatan tajamnya dan langkah kakinya di puncak-puncak gunung, ia membuktikan bahwa integritas sejati bukan terletak pada seberapa lama seseorang hidup, melainkan pada seberapa setia ia pada kebenaran meski harus menanggung kesepian dan pengasingan.
Gie bukan sekadar simbol perlawanan, tetapi pengingat abadi bagi setiap generasi bahwa menjadi manusia berarti berani untuk terus gelisah melihat ketidakadilan dan tetap merdeka dalam pikiran, bahkan ketika dunia di sekelilingnya memilih untuk tunduk pada kenyamanan yang semu. Menonton filmnya atau membaca catatan pribadinya bukan sekadar mempelajari sejarah politik, melainkan sebuah perjalanan spiritual untuk menemukan kembali jati diri yang sering kali tergerus oleh kompromi duniawi.
Kedekatan rasa yang muncul, bahkan sebelum menelusuri seluruh karyanya, adalah bukti bahwa keresahan terhadap ketidakadilan dan pencarian makna hidup merupakan bahasa universal yang melampaui zaman. Gie tetap relevan bukan karena ia seorang pahlawan yang sempurna, melainkan karena ia adalah manusia yang memilih untuk tetap jujur pada kegelisahannya; mengingatkan kita bahwa di tengah kegelapan moral sekalipun, satu nyala lilin integritas sudah cukup untuk memberi arti pada eksistensi yang singkat ini.
Mantap👍
FILM BIOGRAFI FAVORIT SIH!
Keberanian seorang pemuda yang memilih jalan sunyi demi menjaga kemurnian nuraninya di tengah hiruk-pikuk kekuasaan yang korup. Melalui catatan-catatan tajamnya dan langkah kakinya di puncak-puncak gunung, ia membuktikan bahwa integritas sejati bukan terletak pada seberapa lama seseorang hidup, melainkan pada seberapa setia ia pada kebenaran meski harus menanggung kesepian dan pengasingan.
Gie bukan sekadar simbol perlawanan, tetapi pengingat abadi bagi setiap generasi bahwa menjadi manusia berarti berani untuk terus gelisah melihat ketidakadilan dan tetap merdeka dalam pikiran, bahkan ketika dunia di sekelilingnya memilih untuk tunduk pada kenyamanan yang semu. Menonton filmnya atau membaca catatan pribadinya bukan sekadar mempelajari sejarah politik, melainkan sebuah perjalanan spiritual untuk menemukan kembali jati diri yang sering kali tergerus oleh kompromi duniawi.
Kedekatan rasa yang muncul, bahkan sebelum menelusuri seluruh karyanya, adalah bukti bahwa keresahan terhadap ketidakadilan dan pencarian makna hidup merupakan bahasa universal yang melampaui zaman. Gie tetap relevan bukan karena ia seorang pahlawan yang sempurna, melainkan karena ia adalah manusia yang memilih untuk tetap jujur pada kegelisahannya; mengingatkan kita bahwa di tengah kegelapan moral sekalipun, satu nyala lilin integritas sudah cukup untuk memberi arti pada eksistensi yang singkat ini.
Mantap👍