
Senritsu Kaiki File Kowasugi! File 01: Operation Capture the Slit-Mouthed Woman
2012·Horror·1h 10m
7.0
★


1st Entry in a mockumentary series from Koji Shiraishi. Depicts a TV crew as they cover the urban legend of "Kuchisake-Onna" or "Slit-Mouthed Woman".
Directed by Koji Shiraishi
ghost
found footage
pseudo-documentary

Trailer

IMDB
N/A
Cast

Shigeo Ôsako
Jin Kudo

Chika Kuboyama
Miho Ichikawa

Koji Shiraishi
Masatsugu Tashiro

Maki Nishiyama
Slit-Mouthed Woman

Rock Murakami
Kazufumi Kitamura

Takashi Nishina
Cursed Homeless Man
Crew

Koji Shiraishi
Director

Koji Shiraishi
Screenplay

Koji Shiraishi
Director of Photography

Koji Shiraishi
Cinematography
Popular Reviews
59 reviews
Giu
7.0★ · 07/01/26

*" If we just chase with the car, we won't catch her.
*Using a net? "
***" What? A net?
**What are you, a fucking ninja?
Idiot."*
this is exactly why I keep coming back to Kōji Shiraishi.
It's found footage , a scrappy TV crew chasing the Kuchisake Onna legend, and for most of it it's messy and cheap.
that's the trick.
Shiraishi never leans on loud jumpscares to scare you.
It's the quiet stuff that gets you.
the replays , the little glitches in the background you don't catch the first time. and that last scare , yeah , goosebumps.
that final shot where only you , the viewer , seem to notice what's really there , it just sits with you after the credits roll.
*" If we just chase with the car, we won't catch her.
*Using a net? "
***" What? A net?
**What are you, a fucking ninja?
Idiot."*
this is exactly why I keep coming back to Kōji Shiraishi.
It's found footage , a scrappy TV crew chasing the Kuchisake Onna legend, and for most of it it's messy and cheap.
that's the trick.
Shiraishi never leans on loud jumpscares to scare you.
It's the quiet stuff that gets you.
the replays , the little glitches in the background you don't catch the first time. and that last scare , yeah , goosebumps.
that final shot where only you , the viewer , seem to notice what's really there , it just sits with you after the credits roll.
rockey
7.0★ · 06/01/26

oh this scared me asf
oh this scared me asf
sarah
4.0★ · 05/27/26

Absolutely unhinged protagonist, that man is so fucking angry for no reason.
"Domestic violence is frowned apon"
Some nice creepy shots, Lake mungo has fucked me up so much that I expect the scariest shit ever when it really isnt that bad. The writing is okay, the acting is poor and the title cards are really weird. This shit is pretty funny at some points actually.
I still really like Koji Shiraishi and I can see the potential.
"Domestic violence is frowned apon"
Some nice creepy shots, Lake mungo has fucked me up so much that I expect the scariest shit ever when it really isnt that bad. The writing is okay, the acting is poor and the title cards are really weird. This shit is pretty funny at some points actually.
I still really like Koji Shiraishi and I can see the potential.
Absolutely unhinged protagonist, that man is so fucking angry for no reason.
"Domestic violence is frowned apon"
Some nice creepy shots, Lake mungo has fucked me up so much that I expect the scariest shit ever when it really isnt that bad. The writing is okay, the acting is poor and the title cards are really weird. This shit is pretty funny at some points actually.
I still really like Koji Shiraishi and I can see the potential.
"Domestic violence is frowned apon"
Some nice creepy shots, Lake mungo has fucked me up so much that I expect the scariest shit ever when it really isnt that bad. The writing is okay, the acting is poor and the title cards are really weird. This shit is pretty funny at some points actually.
I still really like Koji Shiraishi and I can see the potential.
Itsgohan
6.0★ · 02/11/26

Hating man? Icon I say
Hating man? Icon I say
Dhany
6.0★ · 01/22/26

Merupakan episode pertama dari seri ini, seri ini memiliki 10 episode dan setiap episodenya kita akan mengikuti penyelidikan oleh dua orang terhadap berbagai kasus supranatural.
Pada episode pertama ini mereka menyelidiki keberadaan Kuchisake-Onna, seorang perempuan bermulut robek yang dapat mengutuk seseorang dan menyebabkan kematian.
Bukan tipikal tontonan yang kalian tonton untuk nyari ketegangan atau cerita dengan sebuah tujuan yang terarah, karena film ini menggunakan konsep mockumentary dengan tema acara televisi, sehingga kita seperti menonton acara reality show tetapi sudah ada disclaimer bahwa semuanya adalah cerita fiktif yang dikemas menyerupai rekaman asli.
Setiap episode mungkin menawarkan keseruan yang berbeda, bisa jadi ada episode yang intens bisa jadi ada episode yang pelan.
Untuk episode 1 ini, keseramannya tidak terlalu intens, lebih banyak bagian investigasinya dibanding penampakannya, tetapi sebagai orang yang dari kecil tumbuh nonton acara tv penyeldikan supranatural, ini cukup memberikan kesan nostalgia buatku dan aku juga menyukai konsep film mockumentary, jadi terlepas dari seberapa lemah cerita pada episodenya, proses narasinya cukup bisa kunikmati.
Kalau kalian menyukai film dengan konsep mockumentary atau found footage sekaligus budaya folklore jepang, film ini bisa direkomendasikan buat kalian dengan catatan jangan berekspektasi bahwa akan ada jumpscare wkwk, karena aku pernah nonton salah satu film sutradara seri ini berjudul Noroi dengan konsep mockumentary juga, beliau adalah tipe sutradara horror yang membangun keseraman lewat narasi dibandingkan jumpscare yeng meledak-ledak.
Jadi kalau mau nonton, nikmatin aja proses narasinya wkwk, seri ini bisa kalian jumpai di youtube tapi minusnya subtitle bawaannya agak ngaco jadi saranku sambil diaktifkan auto translatednya biar paling enggak ngerti dikit jalan ceritanya.
Pada episode pertama ini mereka menyelidiki keberadaan Kuchisake-Onna, seorang perempuan bermulut robek yang dapat mengutuk seseorang dan menyebabkan kematian.
Bukan tipikal tontonan yang kalian tonton untuk nyari ketegangan atau cerita dengan sebuah tujuan yang terarah, karena film ini menggunakan konsep mockumentary dengan tema acara televisi, sehingga kita seperti menonton acara reality show tetapi sudah ada disclaimer bahwa semuanya adalah cerita fiktif yang dikemas menyerupai rekaman asli.
Setiap episode mungkin menawarkan keseruan yang berbeda, bisa jadi ada episode yang intens bisa jadi ada episode yang pelan.
Untuk episode 1 ini, keseramannya tidak terlalu intens, lebih banyak bagian investigasinya dibanding penampakannya, tetapi sebagai orang yang dari kecil tumbuh nonton acara tv penyeldikan supranatural, ini cukup memberikan kesan nostalgia buatku dan aku juga menyukai konsep film mockumentary, jadi terlepas dari seberapa lemah cerita pada episodenya, proses narasinya cukup bisa kunikmati.
Kalau kalian menyukai film dengan konsep mockumentary atau found footage sekaligus budaya folklore jepang, film ini bisa direkomendasikan buat kalian dengan catatan jangan berekspektasi bahwa akan ada jumpscare wkwk, karena aku pernah nonton salah satu film sutradara seri ini berjudul Noroi dengan konsep mockumentary juga, beliau adalah tipe sutradara horror yang membangun keseraman lewat narasi dibandingkan jumpscare yeng meledak-ledak.
Jadi kalau mau nonton, nikmatin aja proses narasinya wkwk, seri ini bisa kalian jumpai di youtube tapi minusnya subtitle bawaannya agak ngaco jadi saranku sambil diaktifkan auto translatednya biar paling enggak ngerti dikit jalan ceritanya.
Merupakan episode pertama dari seri ini, seri ini memiliki 10 episode dan setiap episodenya kita akan mengikuti penyelidikan oleh dua orang terhadap berbagai kasus supranatural.
Pada episode pertama ini mereka menyelidiki keberadaan Kuchisake-Onna, seorang perempuan bermulut robek yang dapat mengutuk seseorang dan menyebabkan kematian.
Bukan tipikal tontonan yang kalian tonton untuk nyari ketegangan atau cerita dengan sebuah tujuan yang terarah, karena film ini menggunakan konsep mockumentary dengan tema acara televisi, sehingga kita seperti menonton acara reality show tetapi sudah ada disclaimer bahwa semuanya adalah cerita fiktif yang dikemas menyerupai rekaman asli.
Setiap episode mungkin menawarkan keseruan yang berbeda, bisa jadi ada episode yang intens bisa jadi ada episode yang pelan.
Untuk episode 1 ini, keseramannya tidak terlalu intens, lebih banyak bagian investigasinya dibanding penampakannya, tetapi sebagai orang yang dari kecil tumbuh nonton acara tv penyeldikan supranatural, ini cukup memberikan kesan nostalgia buatku dan aku juga menyukai konsep film mockumentary, jadi terlepas dari seberapa lemah cerita pada episodenya, proses narasinya cukup bisa kunikmati.
Kalau kalian menyukai film dengan konsep mockumentary atau found footage sekaligus budaya folklore jepang, film ini bisa direkomendasikan buat kalian dengan catatan jangan berekspektasi bahwa akan ada jumpscare wkwk, karena aku pernah nonton salah satu film sutradara seri ini berjudul Noroi dengan konsep mockumentary juga, beliau adalah tipe sutradara horror yang membangun keseraman lewat narasi dibandingkan jumpscare yeng meledak-ledak.
Jadi kalau mau nonton, nikmatin aja proses narasinya wkwk, seri ini bisa kalian jumpai di youtube tapi minusnya subtitle bawaannya agak ngaco jadi saranku sambil diaktifkan auto translatednya biar paling enggak ngerti dikit jalan ceritanya.
Pada episode pertama ini mereka menyelidiki keberadaan Kuchisake-Onna, seorang perempuan bermulut robek yang dapat mengutuk seseorang dan menyebabkan kematian.
Bukan tipikal tontonan yang kalian tonton untuk nyari ketegangan atau cerita dengan sebuah tujuan yang terarah, karena film ini menggunakan konsep mockumentary dengan tema acara televisi, sehingga kita seperti menonton acara reality show tetapi sudah ada disclaimer bahwa semuanya adalah cerita fiktif yang dikemas menyerupai rekaman asli.
Setiap episode mungkin menawarkan keseruan yang berbeda, bisa jadi ada episode yang intens bisa jadi ada episode yang pelan.
Untuk episode 1 ini, keseramannya tidak terlalu intens, lebih banyak bagian investigasinya dibanding penampakannya, tetapi sebagai orang yang dari kecil tumbuh nonton acara tv penyeldikan supranatural, ini cukup memberikan kesan nostalgia buatku dan aku juga menyukai konsep film mockumentary, jadi terlepas dari seberapa lemah cerita pada episodenya, proses narasinya cukup bisa kunikmati.
Kalau kalian menyukai film dengan konsep mockumentary atau found footage sekaligus budaya folklore jepang, film ini bisa direkomendasikan buat kalian dengan catatan jangan berekspektasi bahwa akan ada jumpscare wkwk, karena aku pernah nonton salah satu film sutradara seri ini berjudul Noroi dengan konsep mockumentary juga, beliau adalah tipe sutradara horror yang membangun keseraman lewat narasi dibandingkan jumpscare yeng meledak-ledak.
Jadi kalau mau nonton, nikmatin aja proses narasinya wkwk, seri ini bisa kalian jumpai di youtube tapi minusnya subtitle bawaannya agak ngaco jadi saranku sambil diaktifkan auto translatednya biar paling enggak ngerti dikit jalan ceritanya.