

2018·Fantasy·1h 56m
7.0
★





Kazu works at "Funiculi Funicula" cafe. There is a mysterious rumour that if a customer takes a specific seat at the cafe, that customer can travel back to a time of their choice.
Directed by Ayuko Tsukahara
regret
based on novel or book
time travel
coffee shop
terminal illness
tokyo, japan
cafe
second chance
magical realism
family reconciliation

Trailer

IMDB
N/A
Cast

Kasumi Arimura
Kazu Tokita

Kentaro Ito
Ryosuke Shintani

Haru
Fumiko Kiyokawa

Kento Hayashi
Goro Katada

Motoki Fukami
Nagare Tokita

Yutaka Matsushige
Yasunori Fusaki

Hiroko Yakushimaru
Kayo Takatake

Yoh Yoshida
Yaeko Hirai

Wakana Matsumoto
Kumi Hirai

Yuriko Ishida
Mysterious Woman

Minami Kajihara
Crew

Ayuko Tsukahara
Director

Satoko Okudera
Screenplay

Masaru Yokoyama
Original Music Composer

Ryuji Miyajima
Editor
Popular Reviews
15 reviews
kay
7.4★ · 02/16/25

“i was so absorbed in the things that i couldn’t change, i forgot the most important thing.”˗ˏˋ☕︎ˎˊ˗
this is my favorite book EVER and i’m currently rereading the series so when i found out there was a film adaptation i knew i just had to watch it! i’ve been seeing a lot of hate on the books under this film and that makes me really sad but then again i’m so easily pleased by a light, fun, cozy read and im not much of a reader anyways so i probably just missed like half the flaws…this film was sooo cute! the visuals are so wonderful and fairytale like, the music is the cutest ever, and its overall very fun! as a standalone film i loved it! but as an adaptation of the book, i was kind of disappointed. feels like it lost a lot of that wonderful character development and just felt dampened overall. wish that they made it into a series instead of a film so that way they could really expand on allllll the moments
this is my favorite book EVER and i’m currently rereading the series so when i found out there was a film adaptation i knew i just had to watch it! i’ve been seeing a lot of hate on the books under this film and that makes me really sad but then again i’m so easily pleased by a light, fun, cozy read and im not much of a reader anyways so i probably just missed like half the flaws…this film was sooo cute! the visuals are so wonderful and fairytale like, the music is the cutest ever, and its overall very fun! as a standalone film i loved it! but as an adaptation of the book, i was kind of disappointed. feels like it lost a lot of that wonderful character development and just felt dampened overall. wish that they made it into a series instead of a film so that way they could really expand on allllll the moments
“i was so absorbed in the things that i couldn’t change, i forgot the most important thing.”˗ˏˋ☕︎ˎˊ˗
this is my favorite book EVER and i’m currently rereading the series so when i found out there was a film adaptation i knew i just had to watch it! i’ve been seeing a lot of hate on the books under this film and that makes me really sad but then again i’m so easily pleased by a light, fun, cozy read and im not much of a reader anyways so i probably just missed like half the flaws…this film was sooo cute! the visuals are so wonderful and fairytale like, the music is the cutest ever, and its overall very fun! as a standalone film i loved it! but as an adaptation of the book, i was kind of disappointed. feels like it lost a lot of that wonderful character development and just felt dampened overall. wish that they made it into a series instead of a film so that way they could really expand on allllll the moments
this is my favorite book EVER and i’m currently rereading the series so when i found out there was a film adaptation i knew i just had to watch it! i’ve been seeing a lot of hate on the books under this film and that makes me really sad but then again i’m so easily pleased by a light, fun, cozy read and im not much of a reader anyways so i probably just missed like half the flaws…this film was sooo cute! the visuals are so wonderful and fairytale like, the music is the cutest ever, and its overall very fun! as a standalone film i loved it! but as an adaptation of the book, i was kind of disappointed. feels like it lost a lot of that wonderful character development and just felt dampened overall. wish that they made it into a series instead of a film so that way they could really expand on allllll the moments
Dhany
7.0★ · 01/10/25

Mbak Arimura Kasumi lagi.
Kali ini menceritakan sebuah kafe yg bisa mengembalikan orang yg duduk di salah satu kursinya kembali ke masa lalu dengan beberapa aturan :
1. Yang terjadi di masa lalu tidak dapat diubah.
2. kopi yg dihidangkan harus segera diminum sebelum dingin, jika tidak maka tidak dapat kembali ke masa kini.
3. Orang yg bisa ditemui hanyalah orang yg pernah ke kafe tersebut
4. Jika kursi sedang dipakai maka harus menunggu sampai kursinya kosong.
Filmnya menunjukkan bahwa waktu yg sedikit bisa jadi merupakan waktu yg paling berharga dan kita harus menggunakan waktu tersebut sebaik mungkin, jika ada hal yg ingin kalian ungkapkan ke seseorang maka ungkapkan dan sebaiknya jangan menunda karena waktu terus berjalan dan semua orang punya batas waktu yang berbeda, maka dari itu hargai waktu bukan hanya waktu kalian tapi waktu orang lain juga.
Aku suka konsep transisi mereka kembali ke masa lalu dimana karakter yg ke masa lalu terlihat sedang tenggelam dan menyelam, salah satu moment yg kusuka adalah seorang suami yg kembali ke masa lalu sebelum istrinya terkena demensia karena dia ingin tau surat apa yg waktu itu tidak sempat diberikan oleh istrinya, yg di masa kini surat itu masih disimpan oleh istrinya yg mengidap demensia dan selalu kembali ke kafe untuk kembali ke masa lalu tetapi kursinya selalu terpakai. Itu moment emosional dan wholesome menurutku, gimana si suami ini benar² masih menjaga istrinya dengan baik dan sabar walau istrinya suka lupa kalau dia suaminya.
Masih ada moment emosional lainnya tapi itu salah satu yg wholesome menurutku.
Kita juga bakal diberitahu beberapa hal di film yg tidak diungkap ketika di awal tapi akan terungkap seiring berjalannya film, kurasa filmnya lebih butuh durasi lagi sih ternyata 2 jam masih kurang untuk membuat benang ceritanya lebih solid.
Tapi yg paling penting, Arimura Kasumi CAKEP BANGET. Wkwkwk
Kali ini menceritakan sebuah kafe yg bisa mengembalikan orang yg duduk di salah satu kursinya kembali ke masa lalu dengan beberapa aturan :
1. Yang terjadi di masa lalu tidak dapat diubah.
2. kopi yg dihidangkan harus segera diminum sebelum dingin, jika tidak maka tidak dapat kembali ke masa kini.
3. Orang yg bisa ditemui hanyalah orang yg pernah ke kafe tersebut
4. Jika kursi sedang dipakai maka harus menunggu sampai kursinya kosong.
Filmnya menunjukkan bahwa waktu yg sedikit bisa jadi merupakan waktu yg paling berharga dan kita harus menggunakan waktu tersebut sebaik mungkin, jika ada hal yg ingin kalian ungkapkan ke seseorang maka ungkapkan dan sebaiknya jangan menunda karena waktu terus berjalan dan semua orang punya batas waktu yang berbeda, maka dari itu hargai waktu bukan hanya waktu kalian tapi waktu orang lain juga.
Aku suka konsep transisi mereka kembali ke masa lalu dimana karakter yg ke masa lalu terlihat sedang tenggelam dan menyelam, salah satu moment yg kusuka adalah seorang suami yg kembali ke masa lalu sebelum istrinya terkena demensia karena dia ingin tau surat apa yg waktu itu tidak sempat diberikan oleh istrinya, yg di masa kini surat itu masih disimpan oleh istrinya yg mengidap demensia dan selalu kembali ke kafe untuk kembali ke masa lalu tetapi kursinya selalu terpakai. Itu moment emosional dan wholesome menurutku, gimana si suami ini benar² masih menjaga istrinya dengan baik dan sabar walau istrinya suka lupa kalau dia suaminya.
Masih ada moment emosional lainnya tapi itu salah satu yg wholesome menurutku.
Kita juga bakal diberitahu beberapa hal di film yg tidak diungkap ketika di awal tapi akan terungkap seiring berjalannya film, kurasa filmnya lebih butuh durasi lagi sih ternyata 2 jam masih kurang untuk membuat benang ceritanya lebih solid.
Tapi yg paling penting, Arimura Kasumi CAKEP BANGET. Wkwkwk
Mbak Arimura Kasumi lagi.
Kali ini menceritakan sebuah kafe yg bisa mengembalikan orang yg duduk di salah satu kursinya kembali ke masa lalu dengan beberapa aturan :
1. Yang terjadi di masa lalu tidak dapat diubah.
2. kopi yg dihidangkan harus segera diminum sebelum dingin, jika tidak maka tidak dapat kembali ke masa kini.
3. Orang yg bisa ditemui hanyalah orang yg pernah ke kafe tersebut
4. Jika kursi sedang dipakai maka harus menunggu sampai kursinya kosong.
Filmnya menunjukkan bahwa waktu yg sedikit bisa jadi merupakan waktu yg paling berharga dan kita harus menggunakan waktu tersebut sebaik mungkin, jika ada hal yg ingin kalian ungkapkan ke seseorang maka ungkapkan dan sebaiknya jangan menunda karena waktu terus berjalan dan semua orang punya batas waktu yang berbeda, maka dari itu hargai waktu bukan hanya waktu kalian tapi waktu orang lain juga.
Aku suka konsep transisi mereka kembali ke masa lalu dimana karakter yg ke masa lalu terlihat sedang tenggelam dan menyelam, salah satu moment yg kusuka adalah seorang suami yg kembali ke masa lalu sebelum istrinya terkena demensia karena dia ingin tau surat apa yg waktu itu tidak sempat diberikan oleh istrinya, yg di masa kini surat itu masih disimpan oleh istrinya yg mengidap demensia dan selalu kembali ke kafe untuk kembali ke masa lalu tetapi kursinya selalu terpakai. Itu moment emosional dan wholesome menurutku, gimana si suami ini benar² masih menjaga istrinya dengan baik dan sabar walau istrinya suka lupa kalau dia suaminya.
Masih ada moment emosional lainnya tapi itu salah satu yg wholesome menurutku.
Kita juga bakal diberitahu beberapa hal di film yg tidak diungkap ketika di awal tapi akan terungkap seiring berjalannya film, kurasa filmnya lebih butuh durasi lagi sih ternyata 2 jam masih kurang untuk membuat benang ceritanya lebih solid.
Tapi yg paling penting, Arimura Kasumi CAKEP BANGET. Wkwkwk
Kali ini menceritakan sebuah kafe yg bisa mengembalikan orang yg duduk di salah satu kursinya kembali ke masa lalu dengan beberapa aturan :
1. Yang terjadi di masa lalu tidak dapat diubah.
2. kopi yg dihidangkan harus segera diminum sebelum dingin, jika tidak maka tidak dapat kembali ke masa kini.
3. Orang yg bisa ditemui hanyalah orang yg pernah ke kafe tersebut
4. Jika kursi sedang dipakai maka harus menunggu sampai kursinya kosong.
Filmnya menunjukkan bahwa waktu yg sedikit bisa jadi merupakan waktu yg paling berharga dan kita harus menggunakan waktu tersebut sebaik mungkin, jika ada hal yg ingin kalian ungkapkan ke seseorang maka ungkapkan dan sebaiknya jangan menunda karena waktu terus berjalan dan semua orang punya batas waktu yang berbeda, maka dari itu hargai waktu bukan hanya waktu kalian tapi waktu orang lain juga.
Aku suka konsep transisi mereka kembali ke masa lalu dimana karakter yg ke masa lalu terlihat sedang tenggelam dan menyelam, salah satu moment yg kusuka adalah seorang suami yg kembali ke masa lalu sebelum istrinya terkena demensia karena dia ingin tau surat apa yg waktu itu tidak sempat diberikan oleh istrinya, yg di masa kini surat itu masih disimpan oleh istrinya yg mengidap demensia dan selalu kembali ke kafe untuk kembali ke masa lalu tetapi kursinya selalu terpakai. Itu moment emosional dan wholesome menurutku, gimana si suami ini benar² masih menjaga istrinya dengan baik dan sabar walau istrinya suka lupa kalau dia suaminya.
Masih ada moment emosional lainnya tapi itu salah satu yg wholesome menurutku.
Kita juga bakal diberitahu beberapa hal di film yg tidak diungkap ketika di awal tapi akan terungkap seiring berjalannya film, kurasa filmnya lebih butuh durasi lagi sih ternyata 2 jam masih kurang untuk membuat benang ceritanya lebih solid.
Tapi yg paling penting, Arimura Kasumi CAKEP BANGET. Wkwkwk
Kathleen
4.0★ · 05/23/24

Everything happened so quickly, quite unexpected too. I’m not sure if that’s how it’s supposed to be but I guess it gives the film more character?? or maybe it's just messy...
Hirai san’s arc starts and i feel every emotion known to man kind. Sister dynamics gets me every time. Not quite like the whole mom-daughter thing (didn't resonate with me).
*Because up till now, I’ve been doing what I want. Now, you do what you want, Kumi.
It’s always been my dream to run the hotel together with you.*
Also I'm pretty sure this is what Taylor was getting at in 'right where you left me': that feeling of being left behind. Kazu's mom's ghost stuck in the past she wants to return to, while Kazu's the one who's actually still at the restaurant.
Not to be that person but I think it’s better off as a book.
Hirai san’s arc starts and i feel every emotion known to man kind. Sister dynamics gets me every time. Not quite like the whole mom-daughter thing (didn't resonate with me).
*Because up till now, I’ve been doing what I want. Now, you do what you want, Kumi.
It’s always been my dream to run the hotel together with you.*
Also I'm pretty sure this is what Taylor was getting at in 'right where you left me': that feeling of being left behind. Kazu's mom's ghost stuck in the past she wants to return to, while Kazu's the one who's actually still at the restaurant.
Not to be that person but I think it’s better off as a book.
Everything happened so quickly, quite unexpected too. I’m not sure if that’s how it’s supposed to be but I guess it gives the film more character?? or maybe it's just messy...
Hirai san’s arc starts and i feel every emotion known to man kind. Sister dynamics gets me every time. Not quite like the whole mom-daughter thing (didn't resonate with me).
*Because up till now, I’ve been doing what I want. Now, you do what you want, Kumi.
It’s always been my dream to run the hotel together with you.*
Also I'm pretty sure this is what Taylor was getting at in 'right where you left me': that feeling of being left behind. Kazu's mom's ghost stuck in the past she wants to return to, while Kazu's the one who's actually still at the restaurant.
Not to be that person but I think it’s better off as a book.
Hirai san’s arc starts and i feel every emotion known to man kind. Sister dynamics gets me every time. Not quite like the whole mom-daughter thing (didn't resonate with me).
*Because up till now, I’ve been doing what I want. Now, you do what you want, Kumi.
It’s always been my dream to run the hotel together with you.*
Also I'm pretty sure this is what Taylor was getting at in 'right where you left me': that feeling of being left behind. Kazu's mom's ghost stuck in the past she wants to return to, while Kazu's the one who's actually still at the restaurant.
Not to be that person but I think it’s better off as a book.
Stella
5.0★ · 01/26/26

nottingon
4.0★ · 01/25/26
