Movie ini adalah klimaks dari kisah violet, dan menurut saya akhir dari cerita ini sudah cukup bagus. Pada movie ini cerita utama ada pada 2 pandangan yaitu violet sendiri dan rurith, anak lelaki yang terdiagnosa penyakit mematikan (saya kurang tahu detail penyakitnya). Kedua cerita tersebut di bangun secara keterkaitan, dan ini berhasil menambah sisi emosional pada saat adegan klimaks, walaupun memang fokus kita pada adegan itu menjadi terbagi. Tapi tetap adegan tersebut berhasil di tampilkan dengan sangat baik dan indah.
Pada adegan rurith meninggal itu sangat intens. Kita sebagai penonton tahu bahwa ia akan meninggal, tapi dari harapan ia untuk mencurahkan perasaannya pada teman baiknya dapat membuat saya mengalami kesedihan dan tangisan yang mendalam (nangis sesenggukan). Dan juga surat yang ia buat kepada keluarganya itu sungguh menggugah hati saya kembali untuk mengis. Sungguh pilu, adegan ini menjadi salah satu bagian yang sangat dramatis dan indah.
Juga saya sangat lega violet pada akhirnya dapat mencurahkan semua perasaannya pada mayor Gilbert. Hubungan antara mereka berdua memang agak kompleks, pandangan mayor pada violet membuat dirinya merasa lebih sampah dari manusia dan violet justru melihat mayor bagaikan cahaya yang menuntunnya ke kehidupan. Menurut saya juga akhir dari mereka berdua untuk memulai kehidupan pribadi di pulau terpencil tidak buruk juga, walaupun di kota leden masih banyak orang yang sayang padanya, namun tujuan awal ia memilih untuk hidup adalah rasa cinta mayor kepadanya.
Semua aspek dari film ini sungguh megah nan menakjubkan, dari visual yang di garap oleh tokyo studio, kemudian sountrack dan musik yang indah terutama lagu ending ikonik dari series nya yang mengiringi adegan klimaks itu indah sekali. Cinematography nya juga tidak kalah, tiap adegan di buat sedemikian rupa indah.
Ya, semoga perasaan saya untuk film ini tersampaikan kepada kalian yang membaca. Jangan lupa untuk merenungkan pesan orang terkasih kita, dan juga jangan sungkan untuk terbuka kepada orang yang kita sayangi.
Movie ini adalah klimaks dari kisah violet, dan menurut saya akhir dari cerita ini sudah cukup bagus. Pada movie ini cerita utama ada pada 2 pandangan yaitu violet sendiri dan rurith, anak lelaki yang terdiagnosa penyakit mematikan (saya kurang tahu detail penyakitnya). Kedua cerita tersebut di bangun secara keterkaitan, dan ini berhasil menambah sisi emosional pada saat adegan klimaks, walaupun memang fokus kita pada adegan itu menjadi terbagi. Tapi tetap adegan tersebut berhasil di tampilkan dengan sangat baik dan indah.
Pada adegan rurith meninggal itu sangat intens. Kita sebagai penonton tahu bahwa ia akan meninggal, tapi dari harapan ia untuk mencurahkan perasaannya pada teman baiknya dapat membuat saya mengalami kesedihan dan tangisan yang mendalam (nangis sesenggukan). Dan juga surat yang ia buat kepada keluarganya itu sungguh menggugah hati saya kembali untuk mengis. Sungguh pilu, adegan ini menjadi salah satu bagian yang sangat dramatis dan indah.
Juga saya sangat lega violet pada akhirnya dapat mencurahkan semua perasaannya pada mayor Gilbert. Hubungan antara mereka berdua memang agak kompleks, pandangan mayor pada violet membuat dirinya merasa lebih sampah dari manusia dan violet justru melihat mayor bagaikan cahaya yang menuntunnya ke kehidupan. Menurut saya juga akhir dari mereka berdua untuk memulai kehidupan pribadi di pulau terpencil tidak buruk juga, walaupun di kota leden masih banyak orang yang sayang padanya, namun tujuan awal ia memilih untuk hidup adalah rasa cinta mayor kepadanya.
Semua aspek dari film ini sungguh megah nan menakjubkan, dari visual yang di garap oleh tokyo studio, kemudian sountrack dan musik yang indah terutama lagu ending ikonik dari series nya yang mengiringi adegan klimaks itu indah sekali. Cinematography nya juga tidak kalah, tiap adegan di buat sedemikian rupa indah.
Ya, semoga perasaan saya untuk film ini tersampaikan kepada kalian yang membaca. Jangan lupa untuk merenungkan pesan orang terkasih kita, dan juga jangan sungkan untuk terbuka kepada orang yang kita sayangi.