walaupun latar tempatnya terkesan kyk horror (gatau sih mungkin karena gw kebanyakan nntn film exorcist dan awam bagi gw) tp film ini berhasil nunjukin scene scene yg angelic bgt, kyk sakral aja gt liatnya, ditambah lagi transisi per scenenya yg smooth dan tentu saja sinematografinya yg gong bgt kacau
seperti genrenya di netflix yaitu ‘manis gentir’ menurut gw film ini berhasil nunjukin itu sih, apalagi scene pengakuan suster maryam sm romo yosef di ending, jujur pas nntn ikut berasa sedihnya tp yaa mau gimana itu kan janji yg harus mereka tepati dan jalani, well i can understand why romo yosef fall for the holy suster maryam walau age gap mereka beda 10 thn 😇😇 BCS SHE’S MOTHER MAUDY KOESNAEDI
dan ada satu dialog ikonik yang akan selalu diingat plus bisa dijadikan tamparan buat kita“Jika surga belum pasti untuk saya, untuk apa saya mengurusi neraka mu”
walaupun latar tempatnya terkesan kyk horror (gatau sih mungkin karena gw kebanyakan nntn film exorcist dan awam bagi gw) tp film ini berhasil nunjukin scene scene yg angelic bgt, kyk sakral aja gt liatnya, ditambah lagi transisi per scenenya yg smooth dan tentu saja sinematografinya yg gong bgt kacau
seperti genrenya di netflix yaitu ‘manis gentir’ menurut gw film ini berhasil nunjukin itu sih, apalagi scene pengakuan suster maryam sm romo yosef di ending, jujur pas nntn ikut berasa sedihnya tp yaa mau gimana itu kan janji yg harus mereka tepati dan jalani, well i can understand why romo yosef fall for the holy suster maryam walau age gap mereka beda 10 thn 😇😇 BCS SHE’S MOTHER MAUDY KOESNAEDI
dan ada satu dialog ikonik yang akan selalu diingat plus bisa dijadikan tamparan buat kita“Jika surga belum pasti untuk saya, untuk apa saya mengurusi neraka mu”