*"You know my name"
*
Beautiful and heartbreaking. That’s The Glassworker.
Film animasi dari Pakistan ini punya nuansa yang mengingatkanku pada karya² Studio Ghibli, dengan gambar yang detail dan perpaduan warna yang terasa hangat tapi juga melankolis. Walaupun pergerakan karakternya masih terasa patah², Mano Animation Studios membangun dunia yang detail dan suasana yang benar² terasa-terutama saat menampilkan cahaya yang menembus kaca dan suasana kota kecil tempat para tokohnya tinggal.
Ceritanya sendiri berfokus pada Vincent, anak seorang pengrajin kaca yang tumbuh di tengah situasi kota yang mulai terseret perang. Hidupnya berubah ketika ia bertemu Alliz, putri seorang kolonel militer. Namun hubungan mereka perlahan menjadi rumit karena perbedaan prinsip, tekanan keluarga, dan kondisi negara yang semakin tidak stabil, hingga akhirnya mereka harus menghadapi pilihan antara cinta, keluarga, dan keyakinan masing-masing.
Selain visualnya, aku juga suka musiknya terutama alunan biola yang dimainkan Alliz. Gesekan biolanya terasa sendu dan sebagai orang yang memang sangat menyukai musik dari biola, bagian² itu jadi momen yang paling membekas buatku.
Sayangnya, keindahan visual dan musiknya harus diakhiri dengan perasaan yang hampa dan pahit. Walau endingnya memang terasa sedikit ambigu, bagiku satu momen itu terasa jelas dan menyisakan kekosongan selagi kita meyaksikan credit mulai bergulir.
Seriously, if Ghibli vibes are your thing, you’re going to love this. Go watch it!
*"You know my name"
*
Beautiful and heartbreaking. That’s The Glassworker.
Film animasi dari Pakistan ini punya nuansa yang mengingatkanku pada karya² Studio Ghibli, dengan gambar yang detail dan perpaduan warna yang terasa hangat tapi juga melankolis. Walaupun pergerakan karakternya masih terasa patah², Mano Animation Studios membangun dunia yang detail dan suasana yang benar² terasa-terutama saat menampilkan cahaya yang menembus kaca dan suasana kota kecil tempat para tokohnya tinggal.
Ceritanya sendiri berfokus pada Vincent, anak seorang pengrajin kaca yang tumbuh di tengah situasi kota yang mulai terseret perang. Hidupnya berubah ketika ia bertemu Alliz, putri seorang kolonel militer. Namun hubungan mereka perlahan menjadi rumit karena perbedaan prinsip, tekanan keluarga, dan kondisi negara yang semakin tidak stabil, hingga akhirnya mereka harus menghadapi pilihan antara cinta, keluarga, dan keyakinan masing-masing.
Selain visualnya, aku juga suka musiknya terutama alunan biola yang dimainkan Alliz. Gesekan biolanya terasa sendu dan sebagai orang yang memang sangat menyukai musik dari biola, bagian² itu jadi momen yang paling membekas buatku.
Sayangnya, keindahan visual dan musiknya harus diakhiri dengan perasaan yang hampa dan pahit. Walau endingnya memang terasa sedikit ambigu, bagiku satu momen itu terasa jelas dan menyisakan kekosongan selagi kita meyaksikan credit mulai bergulir.
Seriously, if Ghibli vibes are your thing, you’re going to love this. Go watch it!