Beberapa kali mataku berkaca-kaca selama menonton, tapi tidak pasti penyebabnya apa, film ini terasa seperti pelukan hangat lemah lembut yang mengobati inner child dengan manis getirnya.
Dua saudara bernama Koichi dan Ryuichi yang terpisah karena orang tuanya bercerai, melakukan pertemuan bersama teman-temannya untuk melihat dua kereta cepat melintas berselisih, dengan keyakinan jika melihatnya harapan mereka dapat terwujud.
Koichi awalnya ingin berharap keluarganya kembali lengkap, namun dari awal adiknya, Ryuichi sudah menerima dan berdamai dengan perceraian kedua orang tuanya dan menjalani hidup lebih baik dibandingkan ketika orang tuanya masih bersama.
Bukan karena ayahnya kaya, tetapi sesederhana Ryuichi tidak melihat orang tuanya berkelahi lagi dan dia menemukan hobi baru yaitu berkebun, dan dia bersenang-senang dengan teman barunya dan mendukung karir musik ayahnya yang masih merintis.
Koichi yang telah melakukan perjalanan satu hari satu malam bersama adik dan teman-temannya, ketika tiba saatnya menyebutkan harapan saat kereta melintas mendapati bahwa dirinya menemukan tujuan baru selain mengembalikan keluarganya, sehingga harapan yang ia rencanakan tidak diucapkan.
Film ini mencoba menyampaikan pesan bahwa terkadang merelakan sesuatu bukan berarti menyerah dan egois, justru sebaliknya memaksakan harapan yang dianggap baik dapat menjadi egois karena hanya dirimu yang menginginkannya.
Realitas kehidupan membuat kita harus merelakan sesuatu bukan berarti untuk menyerah, tetapi untuk menemukan tujuan selanjutnya yang memberikan harapan baru.
Beberapa kali mataku berkaca-kaca selama menonton, tapi tidak pasti penyebabnya apa, film ini terasa seperti pelukan hangat lemah lembut yang mengobati inner child dengan manis getirnya.
Dua saudara bernama Koichi dan Ryuichi yang terpisah karena orang tuanya bercerai, melakukan pertemuan bersama teman-temannya untuk melihat dua kereta cepat melintas berselisih, dengan keyakinan jika melihatnya harapan mereka dapat terwujud.
Koichi awalnya ingin berharap keluarganya kembali lengkap, namun dari awal adiknya, Ryuichi sudah menerima dan berdamai dengan perceraian kedua orang tuanya dan menjalani hidup lebih baik dibandingkan ketika orang tuanya masih bersama.
Bukan karena ayahnya kaya, tetapi sesederhana Ryuichi tidak melihat orang tuanya berkelahi lagi dan dia menemukan hobi baru yaitu berkebun, dan dia bersenang-senang dengan teman barunya dan mendukung karir musik ayahnya yang masih merintis.
Koichi yang telah melakukan perjalanan satu hari satu malam bersama adik dan teman-temannya, ketika tiba saatnya menyebutkan harapan saat kereta melintas mendapati bahwa dirinya menemukan tujuan baru selain mengembalikan keluarganya, sehingga harapan yang ia rencanakan tidak diucapkan.
Film ini mencoba menyampaikan pesan bahwa terkadang merelakan sesuatu bukan berarti menyerah dan egois, justru sebaliknya memaksakan harapan yang dianggap baik dapat menjadi egois karena hanya dirimu yang menginginkannya.
Realitas kehidupan membuat kita harus merelakan sesuatu bukan berarti untuk menyerah, tetapi untuk menemukan tujuan selanjutnya yang memberikan harapan baru.