Terlalu banyak cerita dan timeline yang hendak disampaikan di Buya Hamka Vol. 1 dengan waktu hanya 1 jam 46 menit. Alhasil, penyampaian ceritanya hanya di permukaan saja, belum benar-benar mendalam, ditambah lagi dengan adegan repetitif di awal film yang sedikit bikin bosan. Gue baru sadar ternyata treatment plotnya bakalan non-linear aka mundur dari Vol. 1 sampai Vol. 3, which is menurut gue ini cukup riskan karena plot film yang linear aja kadang suka bikin penonton bingung dan kurang engage sama filmnya, apalagi yang mundur kayak gini, semoga penjahitan kisah yang menyambungkan antar-volume bisa rapi dan membuat penonton tetap engage dengan kisah Buya Hamka dari Vol. 1 sampai Vol. 3. But, anyway, Vino dan Laudya Cintya serve us an excellent performances, they're accent kill me. No matter what, gue akan tetap excited menantikan kelanjutan kisah Buya Hamka ini! Ditunggu om Fajar.
Terlalu banyak cerita dan timeline yang hendak disampaikan di Buya Hamka Vol. 1 dengan waktu hanya 1 jam 46 menit. Alhasil, penyampaian ceritanya hanya di permukaan saja, belum benar-benar mendalam, ditambah lagi dengan adegan repetitif di awal film yang sedikit bikin bosan. Gue baru sadar ternyata treatment plotnya bakalan non-linear aka mundur dari Vol. 1 sampai Vol. 3, which is menurut gue ini cukup riskan karena plot film yang linear aja kadang suka bikin penonton bingung dan kurang engage sama filmnya, apalagi yang mundur kayak gini, semoga penjahitan kisah yang menyambungkan antar-volume bisa rapi dan membuat penonton tetap engage dengan kisah Buya Hamka dari Vol. 1 sampai Vol. 3. But, anyway, Vino dan Laudya Cintya serve us an excellent performances, they're accent kill me. No matter what, gue akan tetap excited menantikan kelanjutan kisah Buya Hamka ini! Ditunggu om Fajar.