baru aja namatin ini di titik dimana diriku paling membutuhkan “lil’ slugger”-ku sendiri.
film ini gajelas, aneh, dan batasan antara ilusi dan realita bener bener kabur. and im not saying its a bad thing, karena ya at the end of the day ini memang anime psikologis avant garde yang ditulis dengan tujuan ini
dari sejauh pengamatan dan kemampuan kognitifku, aku menangkap ide bahwa konsep lil’ slugger/shonen bat di film ini adalah simbolisasi dari escapism. korban korban dari lil’ slugger merasa diri mereka terbebaskan dari belenggu apapun yang selama ini sudah menahan pundak mereka seolah olah pukulan bat bisbol dari sosok ini adalah wujud “jawaban surgawi” dari masalah mereka. and thats the reason why i wrote the first sentence in the first place.
membahas diluar dari pembahasan lil’ slugger, tema lain seperti cycle of abuse, trauma, korupsi, dan titik terkotor pikiran seorang manusia juga digambarkan dengan bagus banget. tema yang dibawakan cukup dalam dan koheren dengan kehidupan dan hiruk pikuk kesibukan. dan secara keseluruhan film ini cukup bisa dinikmati secara kasual sih, meskipun aku juga tau kalo tema tema begini jarang masuk di kalangan umum, apalagi dengan alur yang lumayan bertele tele dan seolah olah selalu berputar di pusaran yang sama, enggan untuk mencari jalan keluarnya seolah olah ingin menikmati indahnya kasus lil’ slugger ini tanpa perlu diselesaikan dengan eksplisit
baru aja namatin ini di titik dimana diriku paling membutuhkan “lil’ slugger”-ku sendiri.
film ini gajelas, aneh, dan batasan antara ilusi dan realita bener bener kabur. and im not saying its a bad thing, karena ya at the end of the day ini memang anime psikologis avant garde yang ditulis dengan tujuan ini
dari sejauh pengamatan dan kemampuan kognitifku, aku menangkap ide bahwa konsep lil’ slugger/shonen bat di film ini adalah simbolisasi dari escapism. korban korban dari lil’ slugger merasa diri mereka terbebaskan dari belenggu apapun yang selama ini sudah menahan pundak mereka seolah olah pukulan bat bisbol dari sosok ini adalah wujud “jawaban surgawi” dari masalah mereka. and thats the reason why i wrote the first sentence in the first place.
membahas diluar dari pembahasan lil’ slugger, tema lain seperti cycle of abuse, trauma, korupsi, dan titik terkotor pikiran seorang manusia juga digambarkan dengan bagus banget. tema yang dibawakan cukup dalam dan koheren dengan kehidupan dan hiruk pikuk kesibukan. dan secara keseluruhan film ini cukup bisa dinikmati secara kasual sih, meskipun aku juga tau kalo tema tema begini jarang masuk di kalangan umum, apalagi dengan alur yang lumayan bertele tele dan seolah olah selalu berputar di pusaran yang sama, enggan untuk mencari jalan keluarnya seolah olah ingin menikmati indahnya kasus lil’ slugger ini tanpa perlu diselesaikan dengan eksplisit