Ini ceritanya mau kayak red string gitu yang terhubung satu sama lain iya gue paham. Benang merah antara dua karakter ini kan lewat keluarga kaya itu oke gue paham. Tapi jujur ini eksekusinya kurang banget kayak jadi meleber kemana mana dan gue ga nangkep feel apapun??? ga ada hal yang bikin gue peduli dengan para karakternya kecuali Mild (seriously, she deserved better), padahal dia cuma salah satu cerita dari kehidupan Ter, tapi somehow gue malah lebih paham dan lebih connect sama dia dibanding yang lain.…
Meanwhile ceritanya Som sendiri jujur itu ketebak banget jadi ya ga ngena ke gue.
Iya mungkin gue harusnya sedikit berempati dengan latar kehidupan mereka yang ‘tidak pernah beruntung’ tapi ya gimana ya…filmnya sendiri ga mampu bikin gue ngerasain itu, entah karena penulisan karakternya atau pesan yang jatuhnya kayak ‘udahlah lu bundir aja’
INTINYA, menurut gue film ini mau jadi potret realistis kehidupan jalanan yang keras atau mungkin kritik tentang itu, tapi karena ga nangkep feel yang disampaikan, jadinya gue malah ngerasa ini kayak romantisasi penderitaan 🥲🥲🥲
kehidupan street people yang ga pernah dikasih kesempatan buat ‘beruntung’ tapi pas semua masalah mereka memuncak ‘yaudah mati aja’
its like they made suffering look pretty 💔
Ini ceritanya mau kayak red string gitu yang terhubung satu sama lain iya gue paham. Benang merah antara dua karakter ini kan lewat keluarga kaya itu oke gue paham. Tapi jujur ini eksekusinya kurang banget kayak jadi meleber kemana mana dan gue ga nangkep feel apapun??? ga ada hal yang bikin gue peduli dengan para karakternya kecuali Mild (seriously, she deserved better), padahal dia cuma salah satu cerita dari kehidupan Ter, tapi somehow gue malah lebih paham dan lebih connect sama dia dibanding yang lain.…
Meanwhile ceritanya Som sendiri jujur itu ketebak banget jadi ya ga ngena ke gue.
Iya mungkin gue harusnya sedikit berempati dengan latar kehidupan mereka yang ‘tidak pernah beruntung’ tapi ya gimana ya…filmnya sendiri ga mampu bikin gue ngerasain itu, entah karena penulisan karakternya atau pesan yang jatuhnya kayak ‘udahlah lu bundir aja’
INTINYA, menurut gue film ini mau jadi potret realistis kehidupan jalanan yang keras atau mungkin kritik tentang itu, tapi karena ga nangkep feel yang disampaikan, jadinya gue malah ngerasa ini kayak romantisasi penderitaan 🥲🥲🥲
kehidupan street people yang ga pernah dikasih kesempatan buat ‘beruntung’ tapi pas semua masalah mereka memuncak ‘yaudah mati aja’
its like they made suffering look pretty 💔