SINEMAKU ISNT SINEMAKUING(harusnya gausah ngeraguin lagi kalau pemerannya udah vino g bastian sama nirina zubir)
BERPAYUNG TUHAN DI ENDING… TUHANN SAYA NANGIS KEJER
Selain unsur personal yang sangat dalam menyentuh, dari sisi objektif film juga menunjukkan kalau film ini film bagusss
Mulai dari building cerita, dan yang paling menonjol yaitu karakternya.
Arga, yang family man, ayah paling keren, GANTENG, terbaik, “berusaha” buat menutupi penyakitnya, karena dia pikir itu yang terbaik buat keluarganya. Nyatanya, itu adalah hal yang sangat egois yang ia putuskan.
Hanggini, istri yang selalu percaya sama suaminya, “mengetahui” informasi yang ga sebetulnya dari temen kompor jahannam META—gua tandain lu (untung temennya yg pake hijab baik). Dilema rasa tidak percaya dan kecewa, dia kembali menemukan kebenaran sebenarnya.
Nala, yang mau terbang ke london mewujudkan impiannya demi mama dan papa.
Sepasang pasangan yang tenang dan tentram melewati konflik yang buat beradu ego dan lisan. Bisa dibilang premisnya sangat klise, tapi film yang bagus nunjukin kalau premis se klise itu bisa membekas sampai lubuk hati terdalam.
Dare i say film terbaik sinemaku sejauh ini?Masih tetep kayak ciri khasnya bikin mata sembab, setidaknya ga “meres”/ maksa penonton buat nangis dengan segala cara. Tapi di film satu ini beneran pure dari emosi, dari seni pertumpahan ceritanya.
SINEMAKU ISNT SINEMAKUING(harusnya gausah ngeraguin lagi kalau pemerannya udah vino g bastian sama nirina zubir)
BERPAYUNG TUHAN DI ENDING… TUHANN SAYA NANGIS KEJER
Selain unsur personal yang sangat dalam menyentuh, dari sisi objektif film juga menunjukkan kalau film ini film bagusss
Mulai dari building cerita, dan yang paling menonjol yaitu karakternya.
Arga, yang family man, ayah paling keren, GANTENG, terbaik, “berusaha” buat menutupi penyakitnya, karena dia pikir itu yang terbaik buat keluarganya. Nyatanya, itu adalah hal yang sangat egois yang ia putuskan.
Hanggini, istri yang selalu percaya sama suaminya, “mengetahui” informasi yang ga sebetulnya dari temen kompor jahannam META—gua tandain lu (untung temennya yg pake hijab baik). Dilema rasa tidak percaya dan kecewa, dia kembali menemukan kebenaran sebenarnya.
Nala, yang mau terbang ke london mewujudkan impiannya demi mama dan papa.
Sepasang pasangan yang tenang dan tentram melewati konflik yang buat beradu ego dan lisan. Bisa dibilang premisnya sangat klise, tapi film yang bagus nunjukin kalau premis se klise itu bisa membekas sampai lubuk hati terdalam.
Dare i say film terbaik sinemaku sejauh ini?Masih tetep kayak ciri khasnya bikin mata sembab, setidaknya ga “meres”/ maksa penonton buat nangis dengan segala cara. Tapi di film satu ini beneran pure dari emosi, dari seni pertumpahan ceritanya.