"Hukum Newton 2: Cewek cantik pasti tidak merasa cantik" - Cina
Vakum dari profesinya sebagai artis, Annisa mulai mengerjakan tugas akhirnya. sayangnya, proyek yang di tunjukkan kepada para dosennya selalu menuju jalan buntu. Dikampus yang sama ada Cina, seorang keturunan tionghoa yang tidak pernah gagal dalam hidupnya tapi memiliki masalah keuangan dalam keluarganya sehingga ingin mengejar beasiswa. Nasib mempertemukan mereka, tapi dengan banyaknya perbedaan, mereka mencari jalan toleransi yang bisa menengahi permasalahan mereka utamanya dalam agama
jika mencari salah satu film kontroversial yang pernah diproduksi negeri sendiri, maka Cin(T)a adalah salah satu dari daftarnya. Kontroversial disini bukan karena pemainnya adalah artis AV dari jepang atau karena membahas PKI. lebih jauh dari itu, Film ini mengangkat tema Toleransi tentang Agama di Indonesia. film ini tanpa malu-malu menyuguhkan dialog antar tokoh dalam membicarakan agama yang sangat berani dan vulgar utamanya untuk dua agama besar, Islam dan Kristen. Disini tidak akan dibahas tentang benar atau tidak konten didalam filmnya, selain karena tulisan ini tidak memiliki niat provokatif juga tugas penontonlah untuk menikmati dan memilah apa hal baik yang bisa didapatkan dari sebuah tayangan.
Cin(T)a adalah film dengan ide cerita unik.
Mulai dari gaya penceritaan, dialog yang cerdas juga pengambilan gambar dengan teknik simbolism. Cara pengambilan gambar dengan cara Simbolism ini hampir membuat film terasa surealis. tapi untungnya jalan cerita yang cukup linear memudahkan kita mencernanya. Makna yang ingin ditampilkan terasa dalam lewat pengambilan gambar cara ini dan menjadi kenikmatan tersendiri untuk merasakan film dengan teknik pengambilan gambar yang berbeda.
"Hukum Newton 2: Cewek cantik pasti tidak merasa cantik" - Cina
Vakum dari profesinya sebagai artis, Annisa mulai mengerjakan tugas akhirnya. sayangnya, proyek yang di tunjukkan kepada para dosennya selalu menuju jalan buntu. Dikampus yang sama ada Cina, seorang keturunan tionghoa yang tidak pernah gagal dalam hidupnya tapi memiliki masalah keuangan dalam keluarganya sehingga ingin mengejar beasiswa. Nasib mempertemukan mereka, tapi dengan banyaknya perbedaan, mereka mencari jalan toleransi yang bisa menengahi permasalahan mereka utamanya dalam agama
jika mencari salah satu film kontroversial yang pernah diproduksi negeri sendiri, maka Cin(T)a adalah salah satu dari daftarnya. Kontroversial disini bukan karena pemainnya adalah artis AV dari jepang atau karena membahas PKI. lebih jauh dari itu, Film ini mengangkat tema Toleransi tentang Agama di Indonesia. film ini tanpa malu-malu menyuguhkan dialog antar tokoh dalam membicarakan agama yang sangat berani dan vulgar utamanya untuk dua agama besar, Islam dan Kristen. Disini tidak akan dibahas tentang benar atau tidak konten didalam filmnya, selain karena tulisan ini tidak memiliki niat provokatif juga tugas penontonlah untuk menikmati dan memilah apa hal baik yang bisa didapatkan dari sebuah tayangan.
Cin(T)a adalah film dengan ide cerita unik.
Mulai dari gaya penceritaan, dialog yang cerdas juga pengambilan gambar dengan teknik simbolism. Cara pengambilan gambar dengan cara Simbolism ini hampir membuat film terasa surealis. tapi untungnya jalan cerita yang cukup linear memudahkan kita mencernanya. Makna yang ingin ditampilkan terasa dalam lewat pengambilan gambar cara ini dan menjadi kenikmatan tersendiri untuk merasakan film dengan teknik pengambilan gambar yang berbeda.