Film ini, sama seperti banyak horor Indonesia tahun 80-an lainnya — Pengabdi Setan, Lukisan Berlumur Darah, dan sejenisnya — punya pesona aneh yang sulit untuk dijelaskan. You know it’s not a great movie, tapi entah kenapa, you just can’t help but love it. Bayi Ajaib adalah campuran antara cerita mistis absurd, akting teatrikal, dan efek spesial yang... ya, mari kita bilang, “unik” pada masanya. Tapi justru dari semua keanehan itulah daya tariknya muncul. Ada rasa nostalgia, ada kesenangan yang sulit dijelaskan saat melihat film ini mencoba untuk tampil serius tapi malah jadi unintentionally hilarious.
Mungkin bukan film yang bisa dibilang menakutkan atau bahkan masuk akal, tapi Bayi Ajaib tetap jadi salah satu contoh klasik dari era ketika horor Indonesia berani tampil seaneh dan seberani itu. It’s chaotic, over the top, kadang bikin ngakak — tapi somehow, it’s also kind of magical in its own weird way.
Film ini, sama seperti banyak horor Indonesia tahun 80-an lainnya — Pengabdi Setan, Lukisan Berlumur Darah, dan sejenisnya — punya pesona aneh yang sulit untuk dijelaskan. You know it’s not a great movie, tapi entah kenapa, you just can’t help but love it. Bayi Ajaib adalah campuran antara cerita mistis absurd, akting teatrikal, dan efek spesial yang... ya, mari kita bilang, “unik” pada masanya. Tapi justru dari semua keanehan itulah daya tariknya muncul. Ada rasa nostalgia, ada kesenangan yang sulit dijelaskan saat melihat film ini mencoba untuk tampil serius tapi malah jadi unintentionally hilarious.
Mungkin bukan film yang bisa dibilang menakutkan atau bahkan masuk akal, tapi Bayi Ajaib tetap jadi salah satu contoh klasik dari era ketika horor Indonesia berani tampil seaneh dan seberani itu. It’s chaotic, over the top, kadang bikin ngakak — tapi somehow, it’s also kind of magical in its own weird way.