“pantes” satu kata yang gw ucap pas ngeliat credit scene, emang terlalu op kamila andini kalo ngedirect film. (at first idk kalo ini filmnya Kamila Andini)
Intensitas emosinya berasa banget dan berhasil ter-deliver secara memukau. Gw suka banget sama interpretasi dua anak kembar ini sebagai telur (tantri bagian putih & tantra bagian kuning). Apalagi dilihat dari alur cerita ketika telur rebus yang tantri makan tidak ada bagian kuningnya (menggambarkan bahwa suatu saat tantri akan kehilangan tantra). Tambahan surealisme dari alam pikiran tantri membuat filmnya jadi makin chef kiss 💋💋 it feels very poetic, deep, and mystical.
It got me thinking that sekala (the seen) represents the world that tantri lives in, where she exists physically and experiences reality as it appears. Meanwhile, niskala (the unseen) becomes a representation of what can’t be seen, like tantri’s inner world, her subconscious, and her lingering presence of tantra within her mind.
Also love the idea of becoming the folklore of bulan yang makin redup karena dimakan oleh Batara Kala as the representation of kondisi tantra yang makin hari makin buruk 😢😢
“pantes” satu kata yang gw ucap pas ngeliat credit scene, emang terlalu op kamila andini kalo ngedirect film. (at first idk kalo ini filmnya Kamila Andini)
Intensitas emosinya berasa banget dan berhasil ter-deliver secara memukau. Gw suka banget sama interpretasi dua anak kembar ini sebagai telur (tantri bagian putih & tantra bagian kuning). Apalagi dilihat dari alur cerita ketika telur rebus yang tantri makan tidak ada bagian kuningnya (menggambarkan bahwa suatu saat tantri akan kehilangan tantra). Tambahan surealisme dari alam pikiran tantri membuat filmnya jadi makin chef kiss 💋💋 it feels very poetic, deep, and mystical.
It got me thinking that sekala (the seen) represents the world that tantri lives in, where she exists physically and experiences reality as it appears. Meanwhile, niskala (the unseen) becomes a representation of what can’t be seen, like tantri’s inner world, her subconscious, and her lingering presence of tantra within her mind.
Also love the idea of becoming the folklore of bulan yang makin redup karena dimakan oleh Batara Kala as the representation of kondisi tantra yang makin hari makin buruk 😢😢